Usai Serangkaian Insiden, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Ditutup Total hingga SOP dan Keamanan Ditingkatkan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 19 Juli 2025 | 12:41 WIB
Penampakan Gunung Rinjani.  (Unsplash/Danny Schleicher)
Penampakan Gunung Rinjani. (Unsplash/Danny Schleicher)

Mediapriangan.com - Jalur pendakian Gunung Rinjani resmi ditutup sementara oleh pemerintah menyusul rangkaian insiden yang menimpa para pendaki dalam beberapa minggu terakhir.

Langkah penutupan ini diambil sebagai respons serius untuk memperbaiki sistem keselamatan dan fasilitas pendakian di kawasan tersebut.

Penutupan jalur ini diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Budi Gunawan, usai rapat koordinasi bersama sejumlah instansi terkait.

Baca Juga: Pendaki Swiss Jatuh di Gunung Rinjani dan Dievakuasi Lewat Udara, Basarnas Lakukan Aksi Penyelamatan Dramatis

"Jalur pendakian Gunung Rinjani ditutup sementara secara total hingga pemberitahuan lebih lanjut," ujar Budi dalam pernyataan resmi, Jumat, 18 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa masa penutupan akan digunakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pendakian, termasuk pembaruan standar operasional (SOP) serta sistem evakuasi darurat yang dinilai masih perlu perbaikan.

“Selama masa penutupan, akan dilakukan perbaikan SOP pendakian dan SOP evakuasi darurat,” jelas Budi.

Baca Juga: Yusril Ihza, Indonesia Siap Lakukan Investigasi Bersama Brasil Terkait Kematian Juliana Marins di Gunung Rinjani

Sebelum jalur dibuka kembali, pemerintah akan melakukan proses verifikasi menyeluruh terhadap kelayakan jalur.

Proses tersebut akan melibatkan Basarnas, TNI-Polri, serta Tim Mountaineering Indonesia untuk memastikan kesiapan dari berbagai sisi keamanan.

“Sebelum jalur dibuka kembali, akan dilakukan verifikasi kelayakan oleh Basarnas, TNI-Polri, dan Tim Mountaineering Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga: Evaluasi SOP Pendakian Gunung, Menhut Gaet Agam Rinjani dan Tyo Survival: Wajib Persiapan dan Gelang RFID

Budi Gunawan juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pecinta alam, untuk tidak memaksakan diri mendaki selama masa penutupan diberlakukan.

“Keselamatan jiwa pendaki adalah prioritas utama,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X