“Jadi, begitu kita mengambil anak itu dipindahkan ke tempat lain, kita tidak mengoreksi problem yang buat anak terjadi begini,” tambahnya.
Anies menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari semua pihak yang terlibat dalam pembentukan karakter anak, bukan hanya dari anak itu sendiri.
“Kalau gurunya nggak ngoreksi, orang tuanya nggak ngoreksi, lingkungan nggak ngoreksi… karena munculnya kejadian yang tidak seperti diharap itu kan anak ini produk dari didikan di rumah, sekolah, lingkungan,” terangnya.
“Jadi kalau ada masalah, maka yang harus sama-sama ngoreksi ya semuanya,” lanjutnya.
Terkait penggunaan barak militer sebagai tempat pelatihan anak-anak bermasalah, Anies menyebut bahwa pendekatan militeristik seharusnya tidak diterapkan pada dunia pendidikan.
“Barak itu terbukti efektif untuk mendidik kedisiplinan, untuk mendidik kepatuhan bagi prajurit, sudah jelas, masalah pendidikan diselesaikan secara pendidikan,” tegas Anies.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan bahwa dunia pendidikan harus tetap menjadi tempat membentuk karakter melalui proses belajar, bukan sebagai sarana hukuman.
“Masalahnya di mana? Apakah sederhana? Tidaklah. Tapi itu yang namanya menyelesaikan masalah, dan ini sifatnya untuk pendidikan, jangan sifatnya jadi hukuman,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Viral Siswa Jabar Masuk Barak TNI, Kak Seto Angkat Suara, Sebut Banyak Salah Paham soal Langkah Dedi Mulyadi!
KPAI Soroti Program Barak TNI, 6,7% Siswa Mengaku Tak Paham Alasan Dikirim oleh Gubernur Dedi Mulyadi
Ramai Siswa ke Barak TNI, KPAI Soroti Program Dedi Mulyadi Tak Miliki Standar Baku dan Pengajaran Tak Seragam
KPAI Soroti Program Siswa Nakal ke Barak TNI, Minta Dedi Mulyadi Evaluasi dan Libatkan Orang Tua di Tahap Lanjutan
Disindir KPAI soal Siswa ke Barak TNI, Dedi Mulyadi Tantang Turun Langsung, Jangan Cuma Komentar dari Jauh!
Tangis Haru Warnai Kepulangan Siswa SMP dari Barak TNI di Purwakarta, Dedi Mulyadi, Air Mata Itu Tanda Bahagia!