Bahlil Sebut Usulan Pilkada Lewat DPRD Sudah Lama Disuarakan Golkar, Jangan Tiap Pemilu Warga Jadi Musuhan!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 29 Juli 2025 | 08:40 WIB
Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia mengungkapkan usulan pemilihan kepala daerah oleh DPRD sudah pernah disinggung Golkar.  (Instagram/bahlillahadalia)
Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia mengungkapkan usulan pemilihan kepala daerah oleh DPRD sudah pernah disinggung Golkar. (Instagram/bahlillahadalia)

 

Mediapriangan.com - Wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD kembali mencuat setelah diusulkan oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Namun menurut Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, gagasan tersebut bukanlah hal baru.

Bahlil menyebut bahwa dirinya telah lebih dulu menyampaikan wacana itu dalam pidato peringatan HUT Partai Golkar pada Desember tahun lalu.

Baca Juga: 500 Kios Ludes Dilalap Api di Pasar Taman Puring, 35 Unit Damkar Dikerahkan, 4 Tahanan Polsek Ikut Dievakuasi!

Bahlil menilai sistem pemilihan kepala daerah langsung perlu dikaji ulang demi memperkuat tatanan demokrasi.

"Saya kan dari awal, dari sejak HUT Golkar, pada bulan Desember kemarin, dalam sambutan saya, saya katakan bahwa penting untuk kita melakukan penataan sistem demokrasi kita lewat perubahan undang-undang politik," ujar Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 28 Juli 2025.

Bahlil menjelaskan bahwa gagasan ini bukan hanya untuk pilkada, tapi juga mencakup pemilihan legislatif serta jabatan eksekutif seperti gubernur, bupati, dan wali kota.

Baca Juga: Mayat Wanita dalam Drum Gegerkan Kali Cisadane, Polisi Temukan Tanda Kekerasan dan Dugaan Identitas Awal

"Salah satu opsinya itu pemilihan dilakukan lewat DPR, kenapa? Karena Undang-Undang 1945 pun tidak menegaskan bahwa pemilihan bupati/wali kota itu langsung tapi dilakukan secara demokratis," tambahnya.

Menurut Bahlil, pemilihan langsung seringkali memicu konflik horizontal. Ia mencontohkan bagaimana pilkada bisa memecah hubungan antarwarga hingga keluarga.

"Kita lihat untung rugi daripada pemilihan langsung maupun DPR (DPRD), ini pilkada ini, jujur aja, yang menang aja sakitnya di sini. Apalagi yang kalah?" ucapnya.

Baca Juga: Isi Tas Arya Daru di Rooftop Kemenlu Diungkap, Ada Laptop, Obat-obatan, dan Belanjaan dari Grand Indonesia

"Jangan setiap pilkada berkelahi, tetangga-tetangga tadinya bersaudara gara-gara Pilkada tidak saling tegur sapa, ada yang menikah cerai gara-gara beda pilihan," lanjut Bahlil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X