12,5 Juta Siswa Lintas Agama Dapat Cek Kesehatan Gratis, Program Prabowo Didukung Kementerian Agama

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 4 Agustus 2025 | 12:51 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung pelaksanaan program ini di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta Barat, pada Senin, 4 Agustus 2025. (Dok. Kemenag)
Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung pelaksanaan program ini di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta Barat, pada Senin, 4 Agustus 2025. (Dok. Kemenag)

- 3.421 siswa pendidikan Hindu

- 1.069 siswa pendidikan Buddha

Baca Juga: Jokowi Soal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto dari Prabowo, Itu Hak Istimewa Presiden, Sudah Lewat Pertimbangan

Kementerian Agama menilai keterlibatan berbagai agama dalam satu program ini sebagai wujud pelayanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Menurut Menag, lembaga pendidikan agama perlu menjadi pelopor dalam membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

Langkah ini juga disebut mendukung penuh Visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mencetak generasi cerdas, sehat, dan kompetitif.

“Ini menjadi momen strategis untuk mewujudkan SDM unggul lintas agama demi masa depan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga: KPK Masih Bungkam Soal Amnesti Hasto Kristiyanto, Proses Hukum Belum Dihentikan Meski Nama Masuk Daftar Prabowo

Dalam implementasinya, Kemenag menginstruksikan seluruh lembaga pendidikan agama untuk menyiapkan fasilitas pemeriksaan seperti alat ukur tinggi badan, timbangan, serta lembar pemeriksaan mata.

Para guru dan tenaga kependidikan diminta aktif mendampingi teknis pelaksanaan di lapangan.

Menag juga mengingatkan Kepala Kanwil dan Kankemenag di seluruh Indonesia agar tidak lalai dalam mengawal program ini. Ia menegaskan akan memberi perhatian khusus bagi sekolah-sekolah yang mengabaikan program ini.

Baca Juga: Langkah Mengejutkan Prabowo! Abolisi untuk Tom Lembong dan Amnesti Hasto, Istana Sebut Demi Rekonsiliasi Nasional

Tidak berhenti di pemeriksaan awal, Kementerian Agama mendorong integrasi hasil pemeriksaan ke dalam sistem Satu Sehat Mobile agar data kesehatan siswa dapat dipantau secara digital dan berkesinambungan. Aktivasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga menjadi salah satu langkah penting dalam proses ini.

Menutup keterangannya, Menag berharap program ini tak menjadi kegiatan simbolik semata, tetapi berkembang menjadi gerakan nasional berbasis nilai-nilai spiritual.

“Dengan menjangkau siswa dari berbagai latar belakang, CKG menjadi simbol nyata bahwa kesehatan generasi bangsa adalah tanggung jawab bersama lintas iman dan institusi,” pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X