- 3.421 siswa pendidikan Hindu
- 1.069 siswa pendidikan Buddha
Kementerian Agama menilai keterlibatan berbagai agama dalam satu program ini sebagai wujud pelayanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Menurut Menag, lembaga pendidikan agama perlu menjadi pelopor dalam membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.
Langkah ini juga disebut mendukung penuh Visi Indonesia Emas 2045, khususnya dalam mencetak generasi cerdas, sehat, dan kompetitif.
“Ini menjadi momen strategis untuk mewujudkan SDM unggul lintas agama demi masa depan bangsa,” ujarnya.
Dalam implementasinya, Kemenag menginstruksikan seluruh lembaga pendidikan agama untuk menyiapkan fasilitas pemeriksaan seperti alat ukur tinggi badan, timbangan, serta lembar pemeriksaan mata.
Para guru dan tenaga kependidikan diminta aktif mendampingi teknis pelaksanaan di lapangan.
Menag juga mengingatkan Kepala Kanwil dan Kankemenag di seluruh Indonesia agar tidak lalai dalam mengawal program ini. Ia menegaskan akan memberi perhatian khusus bagi sekolah-sekolah yang mengabaikan program ini.
Tidak berhenti di pemeriksaan awal, Kementerian Agama mendorong integrasi hasil pemeriksaan ke dalam sistem Satu Sehat Mobile agar data kesehatan siswa dapat dipantau secara digital dan berkesinambungan. Aktivasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga menjadi salah satu langkah penting dalam proses ini.
Menutup keterangannya, Menag berharap program ini tak menjadi kegiatan simbolik semata, tetapi berkembang menjadi gerakan nasional berbasis nilai-nilai spiritual.
“Dengan menjangkau siswa dari berbagai latar belakang, CKG menjadi simbol nyata bahwa kesehatan generasi bangsa adalah tanggung jawab bersama lintas iman dan institusi,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Bocoran Nota Diplomatik Saudi, 5 Catatan Kritis ke Kemenag soal Haji 2025, dari Data Jemaah hingga Larangan Sembelih Dam
Arab Saudi Akan Umumkan Kuota Haji 2026 pada 10 Juli, Kemenag Pastikan Catatan Tahun Ini Tak Pengaruhi Alokasi RI
Kemenag Tanggapi 5 Catatan dari Kedubes Arab Saudi Soal Haji 2025, Klaim Sebagian Masalah Sudah Tuntas
Arab Saudi Soroti Banyak Jemaah Wafat, Kemenag Diminta Perketat Seleksi Kesehatan Haji 2026 Lewat Nota Diplomatik Resmi
Kuota Haji 2026 Diumumkan 10 Juli, Kemenag Pastikan Catatan dari Kedubes Saudi Tak Pengaruhi Jumlah Jemaah RI
60 ASN Kemenag Dilantik sebagai Master, 3 Guru Aktif MTsN 11 Tasikmalaya Masuk Daftar Terpilih!