IFG Perkuat Peran di Forum Asuransi 2025, Bahas Strategi Hadapi Geopolitik Global dan Dorong Sinergi Industri

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:59 WIB
Foto ilustrasi pelaksanaan forum diskusi – IFG memberi dukungan perkembangan asuransi nasional lewat forum-forum.  (Unsplash/amstram)
Foto ilustrasi pelaksanaan forum diskusi – IFG memberi dukungan perkembangan asuransi nasional lewat forum-forum. (Unsplash/amstram)

 

Mediapriangan.com - Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN sektor asuransi, penjaminan, dan investasi, mempertegas peran strategisnya dalam mendorong kemajuan industri asuransi nasional.

Salah satunya melalui keikutsertaan pada Indonesia Professional Insurance Forum 2025 yang digelar Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) di Yogyakarta, 6–8 Agustus 2025.

Mengusung tema “Navigating Geopolitical Threats and Opportunities in the Insurance Industry”, forum ini menjadi wadah bertemunya pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan untuk membahas tantangan geopolitik global yang memengaruhi penilaian risiko, penjaminan, hingga pengelolaan klaim asuransi.

Baca Juga: IFG Ajak Profesional Main di Panggung Ketoprak Financial ‘Samber Nyawa’, Angkat Pesan Moral untuk Generasi Muda

“IFG selalu mendukung forum yang membahas isu-isu penting bagi keberlanjutan industri asuransi. Melalui ajang ini, kami ingin berkontribusi pada penguatan tata kelola risiko dan inovasi yang adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.

Tidak hanya membahas strategi manajemen risiko dan pengembangan produk responsif terhadap perubahan global, forum ini juga mengupas peran teknologi dalam meningkatkan daya saing perusahaan asuransi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, sinergi lintas pihak adalah kunci agar industri asuransi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: IFG Gandeng KAI Gelar Edukasi Keuangan Nasional, Ribuan Karyawan Dapat Ilmu Investasi Jelang HUT RI ke-80

Partisipasi IFG selaras dengan visi perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan regulator, asosiasi profesi, dan pelaku industri.

Dukungan tersebut juga diperkuat riset IFG Progress yang memotret tren ekonomi global dan nasional.

Di Eropa, inflasi mulai terkendali pada target Bank Sentral Eropa 2 persen, sementara di Tiongkok pertumbuhan kuartal II mencapai 5,2 persen berkat sektor teknologi dan energi baru.

Baca Juga: IFG Ungkap Laba Asuransi Jiwa Tembus Rp5,3 Triliun di Q1 2025, Tekankan Transformasi Sistem Keuangan Terintegrasi

Untuk Indonesia, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 berada di kisaran 4,7–5,0 persen. Meski inflasi menjadi tantangan, neraca dagang tetap surplus dan belanja masyarakat mulai meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X