Mentan Amran Tegaskan Beras Premium di Ritel Aman, Meski Kualitas Turun dan Harga Dinilai Terlalu Tinggi

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 11:43 WIB
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan beras premium di gerai ritel aman dikonsumsi meski ditemukan masalah kualitas. ( Instagram/a.amran_sulaiman)
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan beras premium di gerai ritel aman dikonsumsi meski ditemukan masalah kualitas. ( Instagram/a.amran_sulaiman)

 

Mediapriangan.com - Polemik seputar kualitas beras premium yang beredar di gerai ritel kembali mencuri perhatian publik. Temuan beras dengan tingkat patahan tinggi membuat sebagian masyarakat khawatir.

Kekhawatiran itu semakin menguat setelah mencuatnya kasus beras oplosan beberapa waktu lalu. Namun, pemerintah memastikan konsumen tidak perlu panik.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa beras premium yang saat ini beredar tetap aman dikonsumsi, meski ada penurunan kualitas pada sebagian produk.

Baca Juga: Waspadai Oplosan, Zulhas Perintahkan Operasi Pasar dan Salurkan 1,3 Juta Ton Beras, Masyarakat Tak Perlu Panik

Menurutnya, persoalan yang ditemukan bukan menyangkut keamanan pangan, melainkan standar kualitas yang tidak terpenuhi, terutama pada tingkat patahan atau broken.

“Medium itu broken-nya 25%, kalau premium 15%, tetapi kita lihat kondisi pada saat kita cek itu broken-nya ada yang sampai 40% ada 50%,” ujarnya di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Kamis 7 Agustus 2025.

Amran menjelaskan, beras dengan tingkat patahan di atas standar tersebut memang layak dikonsumsi, hanya saja harganya dinilai terlalu tinggi jika dibandingkan dengan kualitas yang diberikan.

Baca Juga: Viral Warga Landak Difoto Pegang 2 Karung Beras Bantuan, Tapi Hanya Terima 1 Saat Pulang ke Rumah

“Hanya saja harganya terlalu tinggi dibanding kualitasnya,” kata dia.

Untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga, Kementerian Pertanian akan menggelar operasi pasar hingga Desember 2025.

“Sampai Desember kita operasi pasar. Kini kita siapkan 1,3 juta ton. Bansosnya 300 ribu, artinya ada 1,5 juta ton,” tegas Amran.

Baca Juga: Skandal Beras Oplosan Merajalela, Polri Naikkan Status Kasus ke Penyidikan, Kerugian Capai Rp99 Triliun Setahun!

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebelumnya telah melaporkan kasus beras oplosan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X