Mediapriangan.com - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, untuk pertama kalinya hadir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.
Bobby baru ditunjuk sebagai Dirut KAI pada 12 Agustus 2025 menggantikan Didiek Hartantyo. Penetapan tersebut berdasarkan SK Menteri BUMN bersama Direktur Utama PT Danantara Asset Management.
Dalam kesempatan perdananya di DPR, Bobby memperkenalkan diri sembari menceritakan perjalanan kariernya sebelum masuk ke dunia transportasi.
Baca Juga: Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta Masih Kurang, Anggota Dewan Harus Rogoh Kantong Hingga Rp28 Juta
"Nama saya Bobby Rasyidin, Pak. Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama PT Kereta Api," ucapnya di hadapan para anggota dewan.
Ia mengungkap sebelumnya berkarier di sektor pertahanan sebagai Direktur Utama PT LEN Industri (Persero), induk usaha BUMN pertahanan.
Menurutnya, bidang pertahanan dan perkeretaapian memang berbeda, namun keduanya tetap memiliki tujuan yang sama.
Baca Juga: WEF 2025 Ungkap 41 Persen Perusahaan Akan Lakukan PHK Massal Hingga 2030, AI Jadi Pemicu Utama
"Sebelumnya saya direktur utama PT LEN Industri (Persero), holding industri pertahanan. Jadi, agak sedikit berbeda dari pertahanan ke kereta api," kata Bobby.
Ia menekankan, baik pertahanan maupun transportasi kereta api sama-sama menyangkut ketahanan bangsa.
"Sama-sama bicara ketahanan bangsa, ketahanan negara, yang tadinya ketahanan pertahanan sekarang ketahanan sosial," tambahnya.
Dalam rapat itu, Direktur Keuangan dan Umum KAI, Indarto Pamoengkas, juga hadir. Ia mengaku pernah mendampingi Bobby saat masih sama-sama di PT LEN Industri.
"Sebelumnya saya mendampingi Pak Bobby di PT LEN Industri kurang lebih 4 tahun," ujarnya.
Artikel Terkait
Ekonom Sasmito Hadinegoro Desak Pemerintah Stop Subsidi BCA dan Bongkar Skandal BLBI yang Rugikan Negara
Gudang Pakaian Impor Ilegal Rp112 Miliar Digerebek di Bandung, Kemendag Pastikan Proses Hukum Berlanjut
1000 Cahaya Muhammadiyah dan LPCR PM Selenggarakan ToT Audit Energi, Dorong Dakwah Ramah Lingkungan di Yogyakarta
Pertamina-Pindad Luncurkan ILI UT, Teknologi Canggih Inspeksi Pipa Migas Ultrasonik Buatan Anak Bangsa
Sri Mulyani Siapkan Strategi Fiskal 2026, SAL Rp60 Triliun Digunakan untuk Kurangi Utang dan Perkuat APBN
OJK Ingatkan Korban Penipuan Finansial Segera Lapor, 12 Jam Pertama Jadi Penentu Selamatkan Dana
Kerugian Akibat Pinjol dan Keuangan Ilegal Tembus Rp120 Triliun, OJK Peringatkan Risiko di Era Digitalisasi
Komdigi Genjot Program Satu Data Indonesia, Meutya Hafid Tegaskan Jadi Fondasi Transformasi Digital RI