3. Dorong Transparansi Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian Purbaya karena penyerapan anggarannya masih rendah.
Ia mengaku akan mengajak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, untuk rutin memberikan laporan kepada publik setiap bulan.
“Nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan kepala BGN, nanti kalau penyerapannya jelek, dia suruh jelasin ke publik, saya di sebelahnya,” tegasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Beberkan Arahan Presiden Percepat Ekonomi Nasional, Aturan Fiskal Bakal Lebih Longgar
4. Kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) Dikurangi
Kebijakan lain yang menuai perhatian adalah keputusan untuk tidak mempertahankan anggaran TKD dalam RAPBN 2026. Purbaya menjelaskan langkah ini diambil untuk mendorong daerah lebih kreatif dalam menggali pendapatan dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
TKD yang diajukan dalam RAPBN 2026 turun menjadi Rp650 triliun, atau berkurang 29,3 persen dibanding APBN 2025 sebesar Rp919,9 triliun.
Dengan empat langkah awal tersebut, publik kini menunggu bagaimana arah kebijakan fiskal Purbaya akan memengaruhi perekonomian Indonesia ke depan.***
Artikel Terkait
Capaian LPS Triwulan I 2025 di Era Purbaya Yudhi Sadewa, Simpanan dan Premi Penjaminan Tumbuh Positif
5 Fakta Karier Purbaya Yudhi Sadewa, Dari Teknik Elektro hingga LPS, Kini Duduki Kursi Menteri Keuangan Era Prabowo
Menkeu Purbaya Sebut Tuntutan 17 Plus 8 Hanya Suara Sebagian Kecil Rakyat, Fokus Pemerintah Tetap Pertumbuhan Ekonomi
Luhut Puji Menkeu Purbaya, Yakin Target Ekonomi RI dan Cipta Lapangan Kerja Era Prabowo Bisa Tercapai
Menkeu Purbaya Beberkan Arahan Presiden Percepat Ekonomi Nasional, Aturan Fiskal Bakal Lebih Longgar
Jejak Panjang Purbaya Yudhi Sadewa, dari Schlumberger, Riset Ekonomi, hingga Jadi Menteri Keuangan RI