4 Gebrakan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Dari Suntik Dana Rp200 T, Sisir Anggaran, hingga Tekan TKD RAPBN 2026

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 17 September 2025 | 06:27 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan kebijakan-kebijakannya selama seminggu menjabat.  (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan kebijakan-kebijakannya selama seminggu menjabat. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Mediapriangan.com - Baru sepekan menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa langsung membuat gebrakan yang menjadi sorotan publik. Ia menggantikan Sri Mulyani setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025 dalam reshuffle kabinet.

Selama satu minggu pertamanya di kursi bendahara negara, Purbaya sudah mengumumkan sejumlah kebijakan penting yang dinilai akan berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional.

1. Suntikan Dana Rp200 Triliun untuk Bank Himbara

Dalam rapat kerja perdananya bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Rabu (10/9/2025), Purbaya mengumumkan kebijakan penyuntikan dana Rp200 triliun ke bank-bank Himbara.

Baca Juga: Jejak Panjang Purbaya Yudhi Sadewa, dari Schlumberger, Riset Ekonomi, hingga Jadi Menteri Keuangan RI

Dana ini berasal dari saldo pemerintah yang sebelumnya mengendap di Bank Indonesia (BI).

Rinciannya, Rp55 triliun dialokasikan ke Bank Mandiri, Rp55 triliun ke Bank BRI, Rp55 triliun ke Bank BNI, Rp25 triliun ke Bank BTN, dan Rp10 triliun ke Bank Syariah Indonesia (BSI).

Purbaya menegaskan langkah ini untuk memperkuat likuiditas dan memacu pertumbuhan kredit.

BSI menjadi satu-satunya bank non-BUMN yang menerima dana, dengan alasan jangkauan layanan yang luas hingga ke Aceh.

Baca Juga: Purbaya Beberkan 3 Target Utama Stimulus Ekonomi 2025, Anggaran Rp7 T, PDB Tumbuh Cepat, hingga Perang Bunga Reda

2. Tim Khusus Percepat Penyerapan Anggaran

Purbaya menilai penyerapan sejumlah program pemerintah masih berjalan lambat. Untuk itu, ia membentuk tim yang akan turun langsung memantau dan mempercepat realisasi anggaran.

“Kalau mereka nggak bisa nyusun kebijakan anggaran dalam nyusun program kerjanya atau pengajuan anggarannya, kami akan kirim orang ke sana supaya jalannya cepat dan kita akan monitor on reguler basis,” ujarnya di DPR.

Ia juga berjanji akan “menyisir” program-program yang lamban agar progresnya bisa lebih cepat terlihat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X