“Kalau orang tua yang menyiapkan sendiri, kualitas gizi dan keamanan makanannya lebih bisa dipastikan,” ujarnya.
Charles juga menyinggung adanya dugaan “dapur fiktif” yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan dana. Ia menilai pemberian uang tunai akan membuat program lebih transparan dan mengurangi celah kecurangan.
Meski kritik terus bermunculan, pemerintah tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan skema distribusi makanan siap santap.
Menurut Prasetyo, konsep ini sudah mempertimbangkan pemerataan dan kendali gizi secara nasional.
“Kita terus perbaiki, karena tujuannya agar anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi dan sehat,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Wamen Stella Christie Ungkap Rahasia MBG Bisa Bikin Siswa Ketagihan Belajar, Ternyata Begini Caranya
Kepala BGN Jelaskan Maksud Ucapan Wamen Stella Soal MBG Bisa Tingkatkan Kemampuan Matematika dan Bahasa Inggris
Prabowo Gelontorkan Rp1.376 Triliun untuk Bansos, MBG, hingga Subsidi Energi di Tahun 2026
Dugaan Food Tray MBG Impor China Mengandung Babi, IPNU Desak Pemerintah Hentikan Impor dan Utamakan Produk Lokal
Benarkah Food Tray MBG Mengandung Minyak Babi? Istana Minta BPOM Turun Tangan Lakukan Uji Sampel
Gelombang Keracunan MBG Terjadi di 6 Daerah, 251 Siswa di Banggai Kepulauan Dirawat, Publik Desak Evaluasi