DPR Usul MBG Jadi Uang Tunai, Istana Tegaskan Distribusi Makanan Siap Santap Masih Skema Terbaik Saat Ini

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 22 September 2025 | 09:52 WIB
Istana buka suara terkait usulan DPR mengganti MBG jadi uang tunai.  (indonesia.go.id)
Istana buka suara terkait usulan DPR mengganti MBG jadi uang tunai. (indonesia.go.id)

 

Mediapriangan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan hangat di publik. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak usia dini ini menyediakan makanan siap santap yang diatur sesuai kebutuhan harian.

Namun, pelaksanaannya di lapangan belum sepenuhnya mulus. Distribusi dan pengawasan program masih menyisakan sejumlah catatan yang menjadi sorotan masyarakat dan anggota legislatif.

Menanggapi dinamika tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengusulkan agar MBG diubah dari skema makanan jadi bantuan uang tunai. Usulan ini dinilai akan lebih efisien sekaligus memberikan kebebasan kepada orang tua untuk menyiapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan anak-anak mereka.

Baca Juga: Isu 5.000 SPPG MBG Fiktif Ditanggapi BGN, Semua Sudah Terverifikasi, Proses Roll Back Jadi Klarifikasi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah tetap memandang distribusi makanan siap santap sebagai opsi terbaik untuk saat ini.

“Kalau ide kan dari dulu banyak ya. Dan bukan berarti ide ini tidak baik, atau ide yang satu lebih baik, tidak,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat 19 September 2025.

Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan program.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ultimatum BGN soal Penyerapan Anggaran MBG, Siap Tarik Dana dan Alihkan ke Bansos Lain

“Konsep yang sekarang dijalankan itulah yang dianggap pemerintah terbaik untuk saat ini,” jelasnya.

Prasetyo juga mengakui masih ada catatan dalam pelaksanaan MBG, mulai dari rantai distribusi hingga pengawasan.

“Bahwa masih ada catatan-catatan, ya betul kita akui. Dan akan kita terus berkomunikasi untuk terus kita perbaiki,” ucapnya.

Baca Juga: 13 Siswa SD dan PAUD di Cikalong Keracunan Makanan Program MBG, Dirawat Intensif

Sementara itu, anggota DPR RI Charles Honoris menyoroti risiko makanan tidak layak konsumsi akibat rantai distribusi yang panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X