“Mereka (SPPG) biasanya kirim foto sebelum verifikasi, ada koordinator regional itu turun untuk ngecek, bisa jadi ada kongkalikong... Kita akan mulai inspeksi satu per satu dapur,” paparnya.
“Bila kita temukan, langsung kita tutup,” tegasnya.
Tim Investigasi Khusus
Sebagai langkah lanjutan, BGN membentuk Tim Investigasi Khusus yang dipimpin langsung oleh Nanik. Tim ini beranggotakan ahli kimia, ahli farmasi, dan tenaga kesehatan untuk meneliti rantai penyediaan makanan mulai dari proses memasak hingga kualitas bahan baku.
“Kami membentuk Tim Investigasi ini sebagai second opinion. Sebelum hasil dari BPOM keluar, kami sudah bisa mengidentifikasi kira-kira apa penyebab anak-anak ini sakit,” jelasnya.
Prosedur Penyimpanan Sampel
BGN juga menegaskan pentingnya penyimpanan sampel makanan di setiap dapur sebagai langkah antisipasi.
“Selain dibagikan kepada anak-anak, setiap hari ada sampel yang disimpan selama dua hari di freezer. Jika terjadi insiden, sampel tersebut akan kami cek di laboratorium,” tuturnya.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan publik dan memastikan program MBG benar-benar menjadi solusi perbaikan gizi, bukan sumber masalah baru.***
Artikel Terkait
Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya
Presiden Prabowo Geram soal Isu Keracunan di Program MBG, Tegaskan ke BGN, Jangan Ada Penyimpangan Sedikit pun!
Waspadai Risiko Keracunan, DPR Minta BGN dan BPOM Tetapkan Standar Aman Tempat Makan MBG & Dukung Produk Lokal
Kejadian Keracunan Siswa Marak, DPR Desak BGN Perketat Pengawasan MBG di Lapangan untuk Cegah Kasus Serupa
Gelombang Keracunan MBG Terjadi di 6 Daerah, 251 Siswa di Banggai Kepulauan Dirawat, Publik Desak Evaluasi
13 Siswa SD dan PAUD di Cikalong Keracunan Makanan Program MBG, Dirawat Intensif