45 Kasus KLB Keracunan MBG di Indonesia, 6.452 Korban Tercatat, Pemerintah Didesak Perketat Pengawasan Dapur

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 26 September 2025 | 17:45 WIB
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf menyatakan pihaknya lakukan penyelidikan kasus dugaan keracunan imbas menu makanan bergizi gratis (MBG) yang tak layak konsumsi.  (Dok. Polri)
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Helfi Assegaf menyatakan pihaknya lakukan penyelidikan kasus dugaan keracunan imbas menu makanan bergizi gratis (MBG) yang tak layak konsumsi. (Dok. Polri)

Mediapriangan.com - Kasus keracunan massal akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas dan kini resmi berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) di banyak daerah.

Hingga 22 September 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 45 KLB dengan total 4.711 korban keracunan di seluruh Indonesia.

Data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia bahkan menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni 6.452 korban. Jawa Barat tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus keracunan paling besar, menembus lebih dari 2.000 siswa terdampak.

Baca Juga: Kasus Keracunan Massal MBG Kian Meluas, Pakar IDAI Desak Hidupkan Kantin Sekolah dan Perketat SOP Makanan

Penutupan Dapur MBG

Menanggapi situasi ini, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, memutuskan menutup tiga dapur MBG yang terindikasi bermasalah di wilayahnya.

“Jadi yang ditutup hanya tiga dapur saja. Jangan sampai satu atau dua kasus berpengaruh terhadap dapur-dapur lain yang sudah bekerja dengan baik,” ujar Jeje di Kantor Kecamatan Cipongkor, Selasa, 23 September 2025.

Penutupan dapur ini diharapkan dapat mencegah munculnya korban baru sekaligus memperbaiki kualitas pengawasan di lapangan.

Baca Juga: Menu Ikan Hiu di MBG Picu Keracunan 24 Siswa di Kalbar, BGN Jelaskan Soal Kearifan Lokal dan Dugaan Alergi

Dilema Program MBG

Program MBG yang awalnya dirancang untuk meningkatkan gizi anak sekolah kini menghadapi ujian serius.

Manfaatnya memang tak terbantahkan, tetapi lemahnya pengawasan dan penerapan standar kesehatan membuka peluang terjadinya insiden keracunan berulang.

Kondisi ini menimbulkan dilema bagi pemerintah: melanjutkan program dengan risiko yang ada, atau memperketat pengawasan agar standar keamanan pangan benar-benar dijalankan di setiap dapur dan rantai distribusi.

Baca Juga: BGN Tutup Dapur MBG Penyebab Keracunan Massal, Bentuk Tim Investigasi dan Perketat Verifikasi SPPG

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X