Kasus Keracunan MBG Marak, Kemenkes Terapkan Sistem Laporan Seperti COVID-19 dan Awasi Program dari Eksternal

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 07:53 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin tegaskan pengawasan eksternal MBG, laporan keracunan dipantau harian hingga efektivitas gizi anak sekolah.  (menpan.go.id)
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin tegaskan pengawasan eksternal MBG, laporan keracunan dipantau harian hingga efektivitas gizi anak sekolah. (menpan.go.id)

“Seenggaknya begitu makanannya datang kan bisa dilihat, warnanya ada berubah atau tidak, baunya aneh atau tidak, fisiknya berlendir atau tidak,” tutur Budi.

Langkah sederhana ini dianggap penting untuk menekan potensi keracunan sejak awal.

Baca Juga: Menu MBG Disorot, DPR Cecar BGN soal Kebijakan UPF yang Tak Konsisten: Dari Larangan hingga Aturan Beli Lokal

Pantauan Efektivitas Program

Selain keamanan, Kemenkes juga akan menilai efektivitas MBG terhadap status gizi anak. Penerima manfaat program akan diukur tinggi dan berat badannya setiap enam bulan sekali. Data tersebut kemudian disinkronkan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) anak sekolah.

“Setiap tahun sekali juga akan dilakukan survei gizi nasional, tidak hanya untuk stunting, tapi juga untuk anak usia di atas lima tahun. Dari situ kita bisa melihat perkembangan status gizi dan menjadi dasar kebijakan berikutnya,” kata Budi.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap program MBG tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga benar-benar bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan gizi siswa sekolah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X