Menanggapi kritik tersebut, Purbaya menyatakan perbedaan angka subsidi bisa terjadi karena perbedaan metode perhitungan antara kementerian.
Ia menegaskan, meski cara menghitung berbeda, besaran anggaran subsidi tetap tidak berubah.
“Saya yakin pada akhirnya besarannya sama juga kok. Uangnya segitu-segitu saja,” katanya.
Misbakhun mengingatkan, yang menjadi prioritas adalah keberlanjutan subsidi agar benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan rentan.
Ia menutup dengan menekankan pentingnya pembaruan data serta penguatan koordinasi lintas kementerian agar subsidi LPG 3 Kg tidak menimbulkan kebingungan publik.***
Artikel Terkait
Peluang Untung Jutaan per Bulan, Ini Keuntungan dan Biaya Mendaftar sebagai Pangkalan Resmi Gas Elpiji 3 Kg
Raffi Ahmad Tajir Melintir, Tapi Kok Pakai Gas Elpiji 3 Kg? Nagita Slavina Langsung Beri Klarifikasi, Begini Katanya!
MUI Tegas! Orang Kaya Pakai Gas Elpiji 3 Kg Dinyatakan Haram, Sebut Dalil hingga Sanksi, Pemerintah Bakal Tindak Lanjut?
ASN di Jawa Tengah Resmi Dilarang Beli Gas Elpiji 3 Kg! Aturan Baru Ini Bikin Warganet Heboh, Begini Alasannya
Menkeu Sri Mulyani Bongkar Gas Elpiji 3 Kg, Harga Aslinya Rp42.750 per Tabung! Tapi di Pasaran cuma Rp20 Ribu?!
UMKM Wajib Punya NIB untuk Beli Gas Elpiji 3 Kg, Begini Cara Daftarnya Sesuai Aturan Baru dari Bahlil Lahadalia