Di Tengah Lonjakan Perceraian, Tren 'Tepuk Sakinah' Viral, Simbol Lembut untuk Menjaga Cinta dan Janji Pernikahan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:59 WIB
Mengintip fenomena viral tepuk sakinah yang ramai di media sosial, ternyata mengandung makna yang menyentuh akar persoalan keluarga.  (X.com/@racunracun)
Mengintip fenomena viral tepuk sakinah yang ramai di media sosial, ternyata mengandung makna yang menyentuh akar persoalan keluarga. (X.com/@racunracun)

Mediapriangan.com - Di tengah meningkatnya angka perceraian di Indonesia, publik dikejutkan dengan munculnya fenomena unik yang belakangan viral di media sosial: Tepuk Sakinah.

Gerakan sederhana yang disertai lirik singkat ini kini kerap dilakukan pasangan pengantin setelah ijab kabul. Tak sekadar hiburan, gerakan itu ternyata membawa pesan mendalam tentang cinta, komitmen, dan kesetiaan dalam rumah tangga.

Fenomena ini ramai dibicarakan warganet karena dianggap sebagai cara baru menyampaikan pesan moral tentang pentingnya menjaga hubungan keluarga. Di balik tepukan ringan dan senyum bahagia, tersimpan makna doa sunyi untuk langgengnya pernikahan.

Baca Juga: Setelah Kasus Keracunan, Ribuan Dapur Program MBG Dikebut Sertifikasinya di Tengah Sorotan Pengawasan

Namun, tak sedikit juga yang menanggapinya dengan santai, menganggapnya sekadar tren viral yang tak punya dampak nyata terhadap persoalan rumah tangga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2024 terdapat 394.608 kasus perceraian di Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa pernikahan bukan sekadar tentang cinta, melainkan juga menghadapi tantangan ekonomi, peran, dan kesejahteraan.

Respons Pemerintah: Sentuh Akar Persoalan Keluarga

Menteri Agama RI Nazaruddin Umar menilai gerakan Tepuk Sakinah sebagai bentuk ekspresi positif yang dapat membantu memperkuat nilai-nilai keluarga di tengah masyarakat modern.

Baca Juga: Menjelang HUT ke-80 TNI, Prabowo dan Jokowi Bertemu Dua Jam di Kertanegara, Menhan Sjafrie Ungkap Pesan Persatuan

“Insya Allah segala upaya kita lakukan. Kami hadir dengan program yang menyentuh akar persoalan keluarga,” ujar Nazaruddin Umar kepada awak media di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

Menurutnya, upaya pembinaan keluarga perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih ringan dan menyenangkan agar mudah diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda yang kini lebih dekat dengan budaya media sosial.

Tren yang Edukatif: Antara Gimik dan Pembelajaran

Fenomena Tepuk Sakinah bermula dari kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor Urusan Agama (KUA), di mana penghulu kerap memimpin tepukan itu untuk mencairkan suasana. Video-video momen tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial dan menjadi sorotan nasional.

Baca Juga: Final Four Livoli Divisi Utama 2025, Persaingan Ketat Lavani, Bank Jatim, dan Petrokimia Menuju Grand Final

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X