Viral Dua Gajah Dipindah dari Jogja ke Kaltim, Kemenhut Ungkap Alasan dan Kondisi Deo dan Sinta

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 17 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Viral pemindahan dua gajah dari Jogja ke Kaltim. Deo dan Sinta dibawa lewat rute multimoda dengan pengawalan 17 personel dan tim medis. (Threads/forgajahrahman)
Viral pemindahan dua gajah dari Jogja ke Kaltim. Deo dan Sinta dibawa lewat rute multimoda dengan pengawalan 17 personel dan tim medis. (Threads/forgajahrahman)

 

Mediapriangan.com - Pemindahan dua gajah dari Gembira Loka atau GL Zoo Jogja menuju Tabang Zoo di Kutai Kartanegara, Kaltim, menjadi perhatian setelah video perjalanan satwa tersebut beredar luas di media sosial.

Dua gajah yang dipindahkan itu bernama Deo dan Sinta. Deo merupakan gajah jantan, sedangkan Sinta adalah gajah betina. Keduanya dipindahkan melalui perjalanan multimoda yang melibatkan transportasi darat dan laut.

Perjalanan gajah dari Jogja ke Kaltim tersebut berlangsung di bawah pengawasan tim gabungan. Proses pemindahan bahkan telah dipersiapkan sejak 2025, sehingga keberangkatan kedua satwa bukan keputusan yang dilakukan secara mendadak.

Baca Juga: 270 Warga Binaan Lapas Tasikmalaya Dapat Remisi HUT RI 2026, Sembilan Langsung Bebas

Kementerian Kehutanan atau Kemenhut menjelaskan, Tabang Zoo dipilih sebagai lokasi baru setelah melalui tahapan pemeriksaan serta verifikasi teknis.

Pemindahan gajah ke Kaltim juga berkaitan dengan kebutuhan penyesuaian daya tampung dan fasilitas perawatan satwa.

“Rencana pemindahan yang disiapkan sejak 2025 ini menetapkan Tabang Zoo di Kutai Kartanegara sebagai lokasi penempatan baru setelah melalui serangkaian verifikasi dan kelayakan teknis dari BKSDA Kalimantan Timur,” ungkap pihak Kemenhut dalam keterangan yang dibagikan, dikutip pada Senin, 17 Agustus 2026.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Berastagi, BGN Siapkan Sanksi Berat hingga Pemecatan Kepala SPPG Berstatus ASN

Kemenhut menyebut Deo dan Sinta merupakan satwa dilindungi yang berstatus titip rawat BKSDA Yogyakarta sejak September 2024. Penitipan tersebut kemudian menjadi bagian dari proses menuju pemindahan permanen ke lokasi yang dinilai lebih sesuai.

Sebelum perjalanan dimulai, kondisi dua gajah itu juga menjadi perhatian utama. Kemenhut memastikan pemeriksaan kesehatan dan perilaku dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan keduanya mampu menjalani perjalanan panjang dari Jogja menuju Kaltim.

“Sebelum diberangkatkan, tim medis dan ahli gajah menguji secara menyeluruh kondisi kesehatan fisik serta perilaku Deo dan Sinta,” ungkap pihak Kemenhut.

“Keberangkatan baru diizinkan setelah seluruh hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan kedua gajah berada dalam kondisi prima dan siap menempuh perjalanan jarak jauh,” lanjutnya.

Baca Juga: 4 Restoran Halal di PIK Jakarta, dari Nasi Uduk, Gado-gado Legendaris hingga Masakan Malaysia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X