Jurnalis Promedia Jadi Korban Gempa NTT, Mari Bersama Bantu Mereka Bangkit dan Pulihkan Kehidupan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 26 Agustus 2026 | 22:20 WIB
Gempa NTT turut berdampak pada jurnalis Promedia. Saat mereka membutuhkan dukungan, mari bersama membantu meringankan beban dan memulihkan kehidupan. (Dok. Promedia)
Gempa NTT turut berdampak pada jurnalis Promedia. Saat mereka membutuhkan dukungan, mari bersama membantu meringankan beban dan memulihkan kehidupan. (Dok. Promedia)

 

NTT, Mediapriangan.com - Di balik pemberitaan tentang gempa NTT, terdapat para jurnalis yang kini harus menghadapi dampak bencana secara langsung. Mereka yang sebelumnya berada di garis depan untuk menyampaikan kondisi warga terdampak, kini turut menjadi korban gempa NTT.

Gempa NTT yang terjadi pada 15 Agustus 2026 meninggalkan kerusakan besar di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Hingga kini, proses pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung, sementara gempa susulan juga terus terjadi.

Para jurnalis Promedia termasuk mereka yang terdampak. Sebagian harus menghadapi kerusakan rumah yang selama ini menjadi tempat beristirahat sekaligus menyimpan berbagai kebutuhan untuk menjalankan aktivitas jurnalistik.

Baca Juga: Viral Siswa SD di NTT Sambut Kepala Dinas dari Seberang Sungai, Yel-yel Ayo Maju Jangan Ragu Bikin Haru

Bagi seorang jurnalis, kehilangan rumah bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal. Rumah juga menjadi ruang untuk memulihkan tenaga setelah menjalankan tugas liputan, tempat menyimpan peralatan kerja, dokumen, serta berbagai barang milik keluarga.

Puluhan Ribu Rumah Rusak

Besarnya dampak gempa NTT terlihat dari jumlah bangunan yang mengalami kerusakan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB, sebanyak 77.912 unit rumah terdampak.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.597 rumah mengalami rusak berat, 18.537 rumah rusak sedang, dan 34.778 rumah mengalami rusak ringan.

Baca Juga: OJK Tasikmalaya Catat Aset Perbankan Priangan Timur Tumbuh 4,54 Persen Jadi Rp90,94 Triliun

Kerusakan tersebut turut dirasakan oleh keluarga para jurnalis yang selama ini menjalankan tugas di lapangan.

Di tengah kondisi tersebut, korban gempa harus mulai memikirkan kebutuhan sehari-hari sekaligus proses pemulihan rumah dan kehidupan keluarga. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para jurnalis Promedia yang terdampak gempa NTT.

Selain kerusakan rumah, aktivitas masyarakat di wilayah terdampak juga masih berada dalam situasi pemulihan. Gempa susulan dilaporkan terus terjadi dan jumlahnya telah mencapai 7.492 kali berdasarkan pendataan yang disebutkan dalam bahan informasi.

Baca Juga: Teh Tarik Menarik Cibinong Bogor, Tempat Nongkrong Dua Lantai dengan Teh Tarik Pistachio

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X