Mediapriangan.com - Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah, tengah menjadi sorotan publik setelah video interaksinya dengan seorang penjual es teh bakul viral di media sosial.
Video tersebut memicu kecaman dari netizen dan pejabat publik. Insiden itu terjadi saat acara Magelang Bersholawat pada November 2024, ketika Gus Miftah mengeluarkan kata-kata kasar kepada penjual es teh bakul yang berjualan di sekitar kerumunan jamaah.
Dalam video yang beredar, Gus Miftah menyebut penjual es teh bakul dengan sebutan kasar, yang mengejutkan publik. Meskipun penjual hanya terdiam, ucapan tersebut mendapat kritik tajam, mengingat posisi Gus Miftah sebagai penceramah dan pejabat publik.
"(Dagangan) Es teh kamu masih banyak tidak? Sana dijual, goblok. Jual dahulu, nanti kalau masih belum laku, sudah takdir," ujar Gus Miftah, yang langsung menuai kritik tajam.
Penjual tersebut hanya diam dan tersenyum kecil, sementara perkataan Gus Miftah mendapat kecaman luas dari publik.
Kritikan dari Publik dan Pejabat Lain
Kritik terhadap Gus Miftah datang dari berbagai pihak, termasuk penulis terkenal Cholil Nafis. Melalui akun Instagramnya, Cholil menilai bahwa meski mungkin berniat bercanda, kata-kata Gus Miftah di depan publik sangat tidak pantas.
"Seorang penceramah dan pejabat publik seharusnya menjadi teladan, bukan justru menciptakan contoh buruk," ujar Cholil.
Ia juga menambahkan bahwa penjual es teh bakul tersebut sedang berjuang mencari nafkah dengan cara yang halal, dan kata-kata seperti itu sangat tidak pantas.
Relawan sekaligus jurnalis Indonesia untuk Palestina, Abdillah Onim (Bang Onim), juga turut menyoroti ucapan Gus Miftah.