Mediapriangan.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terus menyelidiki jaringan narkoba internasional yang dikendalikan oleh bandar kelas kakap Fredy Pratama.
Meski sebagian anggotanya telah ditangkap, Fredy Pratama diduga masih aktif dalam aktivitas ilegal peredaran narkoba.
Pada Mei 2023, Bareskrim berhasil membongkar jaringan besar narkoba yang terhubung dengan Fredy Pratama.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 39 orang dari total 884 tersangka yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut. Operasi itu didasarkan pada 408 laporan polisi terkait kasus narkoba.
Namun, hingga kini, Fredy Pratama masih menjadi buronan dan belum berhasil ditangkap. Keberadaannya disinyalir masih memengaruhi peredaran narkoba di tingkat internasional, dengan jaringan kuat yang terus aktif di berbagai wilayah.
Polri terus berupaya melumpuhkan jaringan ini dan mengungkap lebih banyak informasi untuk menindak para pelaku yang masih berkeliaran.
Terkini, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipdnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mukti Juharsa membenarkan si bandar narkoba internasional itu masih aktif mengirim narkoba ke Indonesia dan Malaysia.
"Dia (Fredy Pratama) masih aktif mengirim barang-barang di wilayah Malaysia dan Indonesia," ujar Mukti kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis, 28 November 2024.
Lantas, bagaimana fakta terbaru terkait perburuan Fredy Pratama selaku bandar narkoba kelas kakap itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Dalam kesempatan yang sama, Mukti mengklaim pihaknya terus menyelidiki jaringan narkoba Fredy Pratama.
Artikel Terkait
CEO Promedia Agus Sulistriyono Kritik Kebijakan Impor, Serukan Dukungan pada Petani, Peternak, dan Nelayan Kecil
Kerja Sama Platform Digital dan Media, Ketua Komite KTP2JB: Langkah Nyata untuk Mendorong Jurnalisme Berkualitas
Menkomdigi Meutya Hafid Menangis dan Meminta Maaf, Kisah Pilu Istri Pecandu Judi Online yang Kehilangan Segalanya
Cak Imin Dimarahi Istri Soal Judol, Meutya Hafid Minta Maaf Usai Pegawai Kemenkomdigi Terlibat Kasus Judi Online
Menteri Komdigi Blokir 651 Rekening Bank Terindikasi Judi Online, BCA Jadi yang Terbanyak, Simak Penjelasannya!
UMP 2025 Jadi Agenda Utama Presiden Prabowo dan Menaker, Simak Detail Kenaikan untuk DKI Jakarta dan Daerah Lain