Gus Miftah Sebut 'Goblok' ke Penjual Es Teh Bakul, Ini 4 Fakta Kontroversi yang Bikin Heboh hingga Permintaan Maaf

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 5 Desember 2024 | 21:40 WIB
Potret Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah.   (Instagram.com/@gusmiftah)
Potret Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah. (Instagram.com/@gusmiftah)

 

 

Mediapriangan.com - Utusan Khusus Presiden, Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang lebih dikenal dengan Gus Miftah, tengah menjadi sorotan publik setelah video interaksinya dengan seorang penjual es teh bakul viral di media sosial.

Video tersebut memicu kecaman dari netizen dan pejabat publik. Insiden itu terjadi saat acara Magelang Bersholawat pada November 2024, ketika Gus Miftah mengeluarkan kata-kata kasar kepada penjual es teh bakul yang berjualan di sekitar kerumunan jamaah.

Dalam video yang beredar, Gus Miftah menyebut penjual es teh bakul dengan sebutan kasar, yang mengejutkan publik. Meskipun penjual hanya terdiam, ucapan tersebut mendapat kritik tajam, mengingat posisi Gus Miftah sebagai penceramah dan pejabat publik.

Baca Juga: Langkah Baru Komdigi Demi Persempit Gerak Judi Online, Sebar SMS hingga Blokir Transfer Pulsa yang Terindikasi Judol

"(Dagangan) Es teh kamu masih banyak tidak? Sana dijual, goblok. Jual dahulu, nanti kalau masih belum laku, sudah takdir," ujar Gus Miftah, yang langsung menuai kritik tajam.

Penjual tersebut hanya diam dan tersenyum kecil, sementara perkataan Gus Miftah mendapat kecaman luas dari publik.

Kritikan dari Publik dan Pejabat Lain

Kritik terhadap Gus Miftah datang dari berbagai pihak, termasuk penulis terkenal Cholil Nafis. Melalui akun Instagramnya, Cholil menilai bahwa meski mungkin berniat bercanda, kata-kata Gus Miftah di depan publik sangat tidak pantas.

Baca Juga: Menaker Yassierli Jelaskan Alasan di Balik Kenaikan UMP 2025, Hasil Kajian untuk Meningkatkan Daya Beli Pekerja

"Seorang penceramah dan pejabat publik seharusnya menjadi teladan, bukan justru menciptakan contoh buruk," ujar Cholil.

Ia juga menambahkan bahwa penjual es teh bakul tersebut sedang berjuang mencari nafkah dengan cara yang halal, dan kata-kata seperti itu sangat tidak pantas.

Relawan sekaligus jurnalis Indonesia untuk Palestina, Abdillah Onim (Bang Onim), juga turut menyoroti ucapan Gus Miftah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X