nasional

Diskusi Bareng Mahasiswa UIN Raden Fatah, CEO Promedia di BRI CoreLab Palembang, Bisnis Informasi Tak Pernah Mati

Selasa, 17 Desember 2024 | 22:14 WIB
CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono (kedua dari kiri) bersama Dekan FISIP UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Abdur Razzaq, M.A (ketiga dari kiri) dalam acara BRI CoreLab 2024. (Dok. Promedia)

“Keahlian membuat konten, bisa jadi salah satu solusi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi,” tandasnya.

Baca Juga: Perbedaan Strategi Pajak PPN di ASEAN, Indonesia Naikkan Jadi 12 Persen, Vietnam Pilih Turunkan Ke 8 Persen

Cara Bikin Konten yang Mendatangkan Traffic

GM Media Network Promedia, Agil Hari Santoso mengajak mahasiswa UIN Raden Fatah untuk mengetahui lebih jauh tentang metode agar situs dan konten dapat dengan mudah ditemukan oleh mesin pencari, yang disebut Search Engine Optimization (SEO).

"Bayangkan kamu mendirikan website baru di tengah miliaran website lain di internet, bagaimana caranya agar orang lain bisa mengunjungi website kamu?" sebut Agil.

Terkait hal itu, Agil pun menuturkan tentang cara agar konten memberikan kesan yang baik terhadap pembacanya.

Baca Juga: Presiden RI Prabowo Subianto Resmi Luncurkan e-Katalog Versi 6.0, Inovasi Teknologi untuk Transparansi dan Efisiensi

GM Media Network Promedia itu pun menyebut perbedaan antara SEO friendly content dengan human friendly content.

"Ada yang disebut SEO friendly content, sebuah konten yang ditulis dengan kaidah-kaidah SEO dan mengandung keyword (kata kunci) yang sudah direncanakan tapi isinya belum tentu berkualitas," terang Agil.

"Sementara human friendly content itu merupakan konten yang ditulis dengan memprioritaskan kualitas dan pengalaman pembaca," bebernya.

Agil pun menerangkan tentang konten berbasis SEO yang terdiri dari evergreen content dan trending content.

Baca Juga: Dilema Gus Miftah Mundur dari Jabatan Utusan Presiden, Sunhaji Belum Ikhlas, Deddy Corbuzier Memberi Dukungan

"Evergreen content itu merupakan konten yang sepanjang masa bisa mendatangkan traffic (pembaca), relevansinya tidak cepat hilang seiring berjalannya waktu, dan pencariannya sedikit," jelasnya.

Kemudian, Agil menuturkan tentang trending content yang memiliki tingkat pencarian di mesin pencari sangat tinggi.

"Ada juga yang disebut trending content yang merupakan konten yang sedang viral dan memiliki volume pencarian sangat tinggi. Tapi begitu isunya selesai pencarian akan semakin kecil," tandasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini