nasional

Sejarah Imlek di Indonesia: Mengungkap Alasan Kenapa Perayaan Tahun Baru China Ini Hanya Dirayakan di Tanah Air

Rabu, 29 Januari 2025 | 08:30 WIB
Acara Kirab Kongco Kong Tek Cun Ong, perayaan Imlek di Pasar Gede, Kota Solo, Jawa Tengah pada Minggu, 26 Januari 2025. (Instagram.com/tienkoksie)

Mediapriangan.com - Perayaan Imlek, atau Tahun Baru China, memiliki sejarah panjang dengan tradisi yang kaya, mulai dari zaman kuno hingga sekarang.

Sejak masa Dinasti Shang, lebih dari 3.500 tahun yang lalu, Imlek telah menjadi bagian dari budaya Tiongkok dengan ritual pengorbanan dan penghormatan kepada dewa dan leluhur.

Hingga kini, perayaan Imlek terus berkembang, dipenuhi dengan berbagai tradisi, dari festival lampion hingga pertemuan keluarga, yang tetap dilestarikan oleh masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.

Baca Juga: Medali Jonatan Christie Rusak dalam 24 Jam! Panitia Indonesia Masters Siap Tanggung Jawab, Cek Faktanya!

Imlek pada Era Dinasti Shang

 

Imlek pertama kali diyakini muncul pada masa Dinasti Shang, sekitar tahun 1600–1046 Sebelum Masehi (SM), atau lebih dari 3.500 tahun yang lalu.

Pada masa itu, masyarakat mengadakan upacara pengorbanan sebagai bentuk penghormatan kepada dewa dan leluhur.

Ritual ini dilakukan pada awal dan akhir tahun untuk memohon berkah hasil panen sekaligus menyembah alam.

Baca Juga: Minimalisir Kecurangan, Zonasi Diganti PPDB Domisili! Simak Perbedaannya dan Apa yang Harus Orang Tua Persiapkan

Selain itu, legenda tentang monster Nian juga menjadi bagian dari tradisi Imlek.

Nian digambarkan sebagai monster buas yang menyerang manusia, hewan ternak, dan hasil panen setiap malam tahun baru.

Untuk melindungi diri, masyarakat memasang lentera merah, gulungan kertas merah, serta membakar bambu atau petasan yang dipercaya dapat menakut-nakuti Nian.

Tradisi ini masih dilestarikan hingga kini dalam bentuk dekorasi dan pesta kembang api.

Halaman:

Tags

Terkini