nasional

Bahlil Lahadalia Ungkap 2 Praktik Kecurangan Gas LPG 3 Kg, Subsidi Rp13 Triliun Berisiko Tak Tepat Sasaran

Kamis, 20 Februari 2025 | 16:17 WIB
Praktik kecurangan gas LPG 3 kg di lapangan yang membuat negara merugi hingga Rp13 triliun. (Pertamina Patra Niaga)

Baca Juga: Gas LPG 3 Kg Masih Melenceng? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Berencana Bentuk Badan Pengawas Biar Subsidi Tepat Sasaran!

Kecurangan Mengurangi Isian Gas LPG 3 Kg

Selain praktik pengoplosan, dalam pertemuan itu Bahlil juga mengungkap adanya praktik curang lainnya yakni mengurangi isi gas dalam tabung.

Isi gas tabung 3 kg, menurutnya tidak sesuai dengan takaran sesungguhnya.

“Sumpah, potong kuping, bapak ibu, semua itu per tabung itu tidak sampai 3 kilogram, paling tinggi 2,7 (kg),” ucap Bahlil.

Dalam hitungan kasar, praktik mengurangi isian gas ini membuat kerugian hingga 10% dari anggaran LPG 3 kg.

Baca Juga: Red Sparks Gas ke Peringkat 2! Bukilic Salip MoMa di Top Skor Liga Voli Putri Korea, Usai Bungkam IBK Altos 3-0

Sehingga, ada sekitar uang Rp8,7 triliun yang mengalir tak tepat ke arah target penerima subsidi gas LPG ini.

Sehingga total hitungan kasar dari dua praktik kecurangan gas ini hingga mencapai Rp13 triliun.

Kilas Balik Rencana Bahlil Membuat Badan Pengawas Khusus untuk Penyaluran Gas LPG 3 kg

Karena kondisi lapangan yang masih belum sesuai regulasi dari pemerintah, Menteri ESDM pun sempat menyatakan bakal membentuk badan khusus untuk gas LPG 3 kg ini.

Baca Juga: Bandara Makassar Geger! Emas 4 Gram Raib dari Koper Penumpang, 4 Porter Kena Gas Polisi—Kejadian Serupa Banyak?

Badan khusus yang dimaksud adalah sebuah badan yang akan mengawasi penyaluran gas LPG 3 kg untuk memastikan sampai ke tangan pihak yang berhak untuk menerimanya.

“Harus ada lembaga yang mengawasi untuk LPG subsidi ini,” kata Bahlil usai menghadiri acara Mandiri Investment Forum 2025 di Hotel Fairmont Jakarta pada Selasa, 11 Februari 2025.

“Lembaga itu bisa BPH Migas atau lembaga lain, seperti lembaga ad-hoc,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini