nasional

Beberapa Kepala Daerah Tumbang Saat Retret di Magelang, 3 Dibawa ke RSU Tidar dan Ada yang Pulang karena Anak Sakit

Selasa, 25 Februari 2025 | 07:29 WIB
Para kepala daerah langsung mengikuti retret di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, mulai 21 hingga 28 Februari 2025. (Instagram.com/magelang.retreat2025)

"Ya, tadi saya baru melihat kondisi mereka. Ada yang tekanan darahnya tinggi, gula darahnya juga meningkat, tapi masih terkontrol. Mereka dirawat di Rumah Sakit Tidar. Sepertinya ini karena kelelahan dan kurang tidur," jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa peserta yang dilarikan ke rumah sakit bukan dalam kondisi gawat darurat.

"Bukan dilarikan dalam keadaan darurat. Kondisinya biasa saja, hanya perlu istirahat," katanya.

Baca Juga: 55 Kepala Daerah PDIP Tunda Retret, Pramono Anung Siap Pimpin! Hasto Wardoyo: Jadwalnya Bakal Diatur Ulang

Bima mengungkapkan bahwa identitas tiga peserta yang dirawat tidak disebutkan secara detail. Namun, ia menambahkan bahwa dua orang harus menginap, sedangkan satu lainnya hanya menerima infus Vitamin C.

"Selain mereka yang dirawat di rumah sakit, ada juga yang beristirahat di tenda. Sekitar dua orang tadi diberikan dispensasi untuk beristirahat agar bisa kembali fit besok," tambahnya.

Beberapa Peserta Mengajukan Izin Pulang

Selain peserta yang sakit, beberapa kepala daerah juga diizinkan untuk meninggalkan Akmil lebih awal karena alasan tertentu.

Baca Juga: Pramono Anung ‘Hilang’ di Retret? Ternyata Dapat Misi Khusus dari Megawati, Jadi Penghubung ke Mendagri!

"Ada laporan ke kami bahwa anak salah satu peserta sedang sakit parah. Mereka tidak bisa berkonsentrasi penuh di sini dan telah menunjukkan bukti medis. Maka kami izinkan mereka untuk keluar," ujar Bima.

Selain itu, ada juga peserta yang harus kembali ke daerahnya karena ada urusan penting yang harus segera diselesaikan.

"Ada peserta yang perlu bertemu dengan Sekda mereka karena ada situasi mendesak di daerahnya. Kami fasilitasi hal tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang: Digelar Seminggu dengan Biaya APBN, Ini Dua Manfaat Utamanya

Lebih lanjut, Bima menambahkan bahwa keluarga kepala daerah yang mengikuti retret juga diperbolehkan untuk menjenguk dengan syarat tertentu.

"Tentu mereka harus meminta izin kepada kami. Selama jumlah pengunjung tidak terlalu banyak, ada keperluan khusus, dan tidak mengganggu jadwal pembelajaran, maka kami akan memfasilitasinya," pungkasnya.***

Halaman:

Tags

Terkini