nasional

Ramai Kasus Pelecehan oleh Dokter Obgyn, Mengapa Profesi Dokter Kandungan Justru Didominasi Laki-laki?

Kamis, 17 April 2025 | 08:26 WIB
Ilustrasi Dokter Obgyn Didominasi Laki-laki. (Freepik/Freepik)

Sayangnya, hanya sedikit produsen alat kesehatan yang memproduksi versi yang lebih kecil dan ergonomis untuk dokter perempuan.

Masalah lainnya berkaitan dengan pilihan spesialisasi pasca pendidikan kedokteran umum.

Baca Juga: Tak Cuma Pasien, Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Perawat hingga Bidan, Fakta Baru Kasus Makin Mengejutkan!

Menurut data dari Royal College of Obstetrics and Gynaecology di Inggris, laki-laki cenderung lebih tertarik pada spesialisasi ginekologi.

Sementara itu, perempuan lebih banyak mengambil spesialisasi kebidanan yang lebih berfokus pada proses kehamilan, persalinan, serta pendampingan masa nifas.

Menariknya, persepsi tentang kenyamanan berinteraksi dengan pasien juga turut memengaruhi dinamika ini.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Desak IDI Segera Cabut Izin Praktik Dokter Obgyn yang Diduga Lecehkan Pasien Wanita di Garut

Mengutip dari The Cut, disebutkan bahwa banyak dokter laki-laki merasa nyaman dalam merawat pasien perempuan.

Hal ini terjadi karena pasien perempuan dinilai lebih terbuka saat membicarakan kondisi kesehatannya dan memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kesehatan reproduksi.

Di sisi lain, perkembangan layanan kesehatan untuk perempuan juga turut menjadi daya tarik. Ragam pengobatan spesifik—seperti program kesuburan hingga terapi kanker reproduksi (serviks, ovarium, rahim)—semakin beragam dan kompleks.

Baca Juga: Kemenkes Turun Tangan, STR Dokter Kandungan di Garut yang Diduga Lecehkan Pasien Saat USG Akan Dinonaktifkan!

Ini membuka banyak ruang eksplorasi ilmiah dan praktik klinis yang mendorong minat terhadap spesialisasi ini, tak terkecuali dari kalangan dokter laki-laki.

Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak dokter perempuan yang mulai menunjukkan minat terhadap bidang obstetri dan ginekologi.

Institusi pendidikan kedokteran dan rumah sakit juga mulai menyediakan alat-alat medis yang lebih inklusif dan ramah bagi dokter perempuan.

Baca Juga: POGI Siap Cabut Izin Praktik Dokter Kandungan Garut yang Diduga Lecehkan Pasien Saat USG, Sanksi Berat Sudah Menanti

Halaman:

Tags

Terkini