nasional

Jokowi Siap Buktikan Ijazah Asli! Pakar Forensik, Data Harus Sesuai Ilmu, Bukan Sekadar Asumsi Sepihak

Kamis, 1 Mei 2025 | 07:22 WIB
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) (kanan) dan Ahli Digital Forensik, Rismon Hasiholan (kiri). (Instagram.com/@jokowi - YouTube.com / Official iNews)

Mediapriangan.com - Ramai di media sosial (medsos) terkait kasus tudingan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, terdapat juga laporan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi dari kelompok 'Pemuda Patriot Nusantara' ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Sejumlah pihak tersebut antara lain, politikus, Roy Suryo, dr Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa), Rismon Sianipar, dan Rizal Fadillah.

Baca Juga: Jokowi Akhirnya Laporkan Kasus Ijazah Palsu! Dulu Diam Karena Dikira Selesai, Kini Ingin Semua Terbuka Jelas

Terkini, Jokowi bersama tim kuasa hukumnya telah mengajukan laporan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya.

Jokowi juga mengizinkan pihak penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan digital forensik demi membuktikan keaslian ijazahnya.

"Kalau diperlukan, ya silakan (digital forensik) yang jelas sudah kita bawa ke ranah hukum," tutur Jokowi kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, pada Rabu, 30 April 2025.

Baca Juga: Jokowi Laporkan Kasus Ijazah Palsu, Diminta Ungkap Kisah Kuliah! Warga Soroti Masa Lalu Ayah Gibran

Berkaca dari hal itu, sebelumnya, Ahli Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar yang turut dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat terkait kasus ini tampil di hadapan publik.

Rismon sempat menjelaskan terkait cara analisis dalam uji keaslian data, seraya menyebut sebuah kajian ilmiah harus dilawan dengan kajian ilmiah.

Ahli Digital Forensik itu menganalisis dokumen, foto, video dan audio memang sesuai ilmu yang dimilikinya.

Baca Juga: Viral Ijazah Jokowi Diduga Palsu, Kini 5 Orang Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Siapa Saja yang Terancam Hukum?

"Ada ilmunya, pertama, fake document analys, fake audio analys, fake image analys, fake video analys," tutur Rismon dalam program televisi 'Rakyat Bersuara' sebagaimana dilansir dari YouTube Official iNews yang tayang pada Selasa, 29 April 2025.

"Itu dalam ruang akademik kalau hasilnya tidak disukai orang jangan merasa gak suka ini kajian ilmiah harus dilawan dengan kajian ilmiah," tungkasnya.***

Tags

Terkini