Mediapriangan.com - Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana baru-baru ini kembali menjadi sorotan publik, terutama soal pengaruh konsumsi susu terhadap pertumbuhan tinggi badan anak.
Dalam sebuah acara bertajuk Peluncuran Pembangunan 1000 SPPG Pesantren, Dadan menegaskan pentingnya intervensi gizi sejak dini. Menurutnya, makanan bergizi mampu mengubah postur tubuh anak-anak Indonesia secara signifikan di masa depan.
“Kalau kita tidak intervensi sekarang maka tubuhnya saya perkirakan rata-rata hanya 160-165 (cm) tapi ketika ada makanan bergizi, nanti tubuhnya minimal 180 cm,” ujar Dadan, seperti disampaikan dalam tayangan YouTube Syaichona TV, Jumat, 30 Mei 2025.
Ia kemudian membagikan pengalaman pribadi tentang anak-anaknya yang memiliki tinggi badan menjulang, yakni 181 cm dan 185 cm. Menurut Dadan, hal itu tak lepas dari peran penting susu dalam pola makan harian mereka.
“Terbukti di rumah, Pak Menko, anak saya dua laki-laki, anak pertama tingginya 181 cm ya, anak yang kedua tingginya 185 cm,” ucapnya.
“Kenapa bisa tinggi? Karena minum susunya diwajibkan sama ibunya dari kecil sampai SMA kelas 2, wajib,” tambahnya lagi.
Baca Juga: Usai Bungkam Milan dan Angkat Trofi, Bologna Perpanjang Kontrak Vincenzo Italiano hingga 2027
Tak hanya sekadar kebiasaan, konsumsi susu dalam jumlah besar menjadi hal yang rutin di rumahnya.
“Pada saat pertumbuhan anak saya yang kecil itu, minum susunya 2 liter sehari jadi tulangnya besar-besar ya, makanya tubuhnya tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dadan menekankan bahwa faktor genetik bukanlah satu-satunya penentu tinggi badan. Asupan nutrisi yang memadai juga memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan anak.
“Tinggi badan tidak hanya masalah genetik, tapi juga makanan,” katanya.
Pernyataan ini sejalan dengan misi BGN dalam mendorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas sebagai upaya memperkuat ketahanan gizi generasi muda, khususnya di lingkungan pesantren.