Ia pun menekankan bahwa Presiden hanya ingin menyampaikan pesan penting agar bangsa Indonesia tetap waspada dan tidak mengorbankan kepentingan nasional demi pengaruh asing.
"Beliau tidak sedang mengajak kita untuk membenci asing, beliau juga menekankan bahwa jangan gadaikan kepentingan nasional," tuturnya.
Hasan menyebut bahwa Presiden memiliki data mengenai sejumlah kelompok yang terindikasi memecah belah bangsa melalui kegiatan-kegiatan LSM tertentu. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam pidato tersebut.
Pidato itu, kata Hasan, adalah peringatan agar masyarakat tetap mengutamakan persatuan dan kedaulatan nasional di tengah arus pengaruh global.***