nasional

Jemaah Haji Indonesia Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina, Kemenag Ungkap Kronologi dan Lakukan Koordinasi Darurat

Minggu, 8 Juni 2025 | 20:30 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief memberikan penjelasan kronologi jemaah haji Indonesia jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina. (Instagram/kemenag_ri)

 

Mediapriangan.com - Perjalanan jemaah haji Indonesia dari Muzdalifah menuju Mina pada 10 Zulhijjah 1446 H diwarnai insiden tak terduga. Banyak jemaah dilaporkan memilih berjalan kaki lantaran bus jemputan yang seharusnya mengantar mereka datang terlambat.

Fenomena ini menjadi perhatian publik setelah ramai dibahas di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan penjelasan resmi terkait peristiwa tersebut.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa pergerakan dari Muzdalifah ke Mina sebenarnya telah dijadwalkan sesuai kebijakan otoritas Arab Saudi, yakni dimulai pukul 23.35 Waktu Arab Saudi (WAS). Namun, realisasinya mengalami keterlambatan.

Baca Juga: Kemenag Jelaskan Keterlambatan Bus Jemaah Haji dari Muzdalifah ke Mina, Evakuasi Sempat Terkendala 40 Menit

“Namun secara keseluruhan, proses evakuasi berhasil dilakukan dan Muzdalifah dinyatakan kosong dari jemaah haji Indonesia pada pukul 09.40 WAS, terlambat 40 menit dari target yang ditetapkan,” ujar Hilman Latief, dalam keterangan resminya, Minggu, 8 Juni 2025.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu penyebab keterlambatan adalah jadwal kedatangan bus yang tidak konsisten akibat antrean panjang dan padatnya lalu lintas. Hal ini berdampak pada waktu tunggu jemaah di Muzdalifah yang semakin lama.

Dalam kondisi kelelahan dan ketidakpastian, sebagian jemaah akhirnya memilih meninggalkan area Muzdalifah.

Baca Juga: Update Haji 2025, Puncak Ibadah Wukuf Selesai, Kemenag Resmi Tutup Penyelenggaraan di Arafah Hari Ini

“Karena bus yang terlambat datang, sebagian jemaah memutuskan untuk membuka pintu keluar di Muzdalifah dan berjalan kaki menuju Mina, ini memunculkan arus pergerakan spontan tanpa kendali,” terang Hilman.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat pagi, 6 Juni 2025, saat banyak jemaah dari berbagai maktab merasa khawatir tidak akan terangkut hingga siang hari. Situasi itu mendorong PPIH Arab Saudi untuk mengambil kebijakan cepat.

Dalam keterangannya, Hilman menegaskan bahwa pihaknya telah meminta jemaah lansia dan berisiko tinggi untuk tetap menunggu di Muzdalifah, mengingat jarak menuju batas wilayah Mina sekitar 3 hingga 4 kilometer.

Baca Juga: Alasan Mengejutkan Kemenag Batalkan Tanazul, 37 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tetap Wajib Mabit di Tenda Mina

“Pergerakan jemaah pejalan kaki berdampak pada kemacetan di jalur utama shuttle bus,” tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini