nasional

Ramai Kapal JKW Mahakam dan Dewi Iriana Dikaitkan dengan Jokowi, Ini Respons Tak Terduganya

Senin, 16 Juni 2025 | 19:20 WIB
 Potret Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Instagram/jokowi)

Mediapriangan.com - Isu kepemilikan kapal tongkang pengangkut nikel yang mencatut nama "JKW Mahakam" dan "Dewi Iriana" mendadak menjadi sorotan publik. Nama-nama kapal tersebut langsung dikaitkan dengan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana.

Menanggapi hal ini, Jokowi memberikan komentar santai yang diselingi candaan saat ditemui di kediamannya di Solo, Jumat, 13 Juni 2025.

“Kalau ada tulisan JKW kemudian diartikan itu milik saya, ya senang banget saya. Alhamdulillah punya kapal,” ucapnya berseloroh.

Baca Juga: Ramai Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Jokowi Tegaskan Langkah Tegas Bisa Ditempuh Jika Alam Terancam

Jokowi juga menambahkan, jika setiap kendaraan berinisial JKW dianggap miliknya, maka ia bisa dianggap sebagai orang super kaya.

“Nanti ada truk ada tulisannya JKW lagi, oh itu miliknya Pak Jokowi. Alhamdulillah lagi. Nanti ada apa lagi, ada pesawat ditulis JKW milik Jokowi lagi, ya kaya raya lah saya,” lanjutnya sambil tertawa.

Pernyataan Jokowi muncul setelah ramainya isu kapal bertuliskan JKW Mahakam dan Dewi Iriana beredar luas, bersamaan dengan sorotan publik terhadap aktivitas tambang nikel di kawasan Raja Ampat.

Baca Juga: Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana Tambang Nikel Raja Ampat Usai Izin 4 Perusahaan Dicabut Pemerintah

Namun, Jokowi menegaskan bahwa ia maupun keluarganya tidak memiliki keterkaitan dengan kapal-kapal tersebut. Ia juga mengingatkan publik agar tidak mudah menarik kesimpulan dari sekadar nama atau inisial yang muncul di kendaraan umum.

“Banyak kok tulisan (nama) di truk juga banyak, saya lihat di bus juga ada,” ujar Jokowi.
“Biasa saja lah, biasa. Tapi terus jangan dibelokkan, jangan dipelintir yang nggak baik,” tandasnya.

Sebagai penegasan, PT IMC Pelita Logistik Tbk—pemilik sah kapal tongkang tersebut—telah mengeluarkan pernyataan resmi.

Baca Juga: Izin Tambang Nikel di Raja Ampat Dicabut, Bareskrim Kini Selidiki Dugaan Pidana Serius di Balik Aktivitas Pertambangan

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, mereka menjelaskan bahwa nama-nama itu hanya merupakan penamaan internal yang tidak merujuk pada tokoh publik manapun.

Selain itu, wilayah operasional kapal berada di sekitar Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, dan tidak berkaitan dengan kegiatan penambangan nikel di Raja Ampat.

Halaman:

Tags

Terkini