nasional

Pratikno Peringatkan Bahaya Scrolling Medsos Bagi Anak Muda, Bisa Rusak Pola Pikir dan Bikin Keputusan Jadi Instan

Rabu, 18 Juni 2025 | 08:29 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (Instagram.com/@pratikpratikno)

 

Mediapriangan.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengingatkan masyarakat akan bahaya kebiasaan scrolling media sosial bagi generasi muda di Indonesia.

Menurutnya, fenomena ini dapat merusak pola pikir dan membentuk kebiasaan mengambil keputusan secara instan tanpa pertimbangan yang matang.

Saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa 17 Juni 2025, Pratikno menyebut durasi screen time masyarakat Indonesia sudah tergolong mengkhawatirkan.

Baca Juga: Wamendikdasmen Soroti Dugaan Jual-Beli Kursi SPMB Bandung 2025, Minta Hentikan Titipan Anak Pejabat di Sekolah

Rata-rata masyarakat menghabiskan lebih dari 7,5 jam per hari di depan layar gawai.

“Teknologi dan digital, screen time orang Indonesia lebih dari 7,5 jam per hari. Artinya ada orang yang membuka screen lebih dari belasan jam di setiap harinya kalau rata-ratanya saja sudah hampir 8 jam,” kata Pratikno.

Ia pun menyoroti bahwa anak-anak bahkan sudah terekspos gadget sejak usia dini, terutama akibat perubahan pola hidup dan disrupsi teknologi.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dahsyat, Abu Capai 10.000 Meter, PVMBG Ingatkan Ancaman Lahar dan Abu Tebal

Terapkan Pembatasan Gawai di Lingkungan Keluarga

Pratikno mengungkapkan bahwa ia telah menerapkan pembatasan akses layar di rumahnya, khususnya bagi anak dan cucunya. Ia mengganti layar digital dengan akuarium yang berisi ikan-ikan untuk merangsang imajinasi dan interaksi langsung.

“Di rumah anak saya, screen-nya adalah akuarium, masukkanlah tokoh-tokoh supaya ikan-ikannya diberi nama. Jadi setiap pagi, bangun pagi, selalu ribut, minggu-minggu, hari-hari kita punya nama dan akuarium, tidak ada TV, tidak ada akses pada screen,” tuturnya.

Menurutnya, cara ini lebih efektif dalam menumbuhkan cara berpikir yang dalam, karena anak-anak tidak terbiasa menerima informasi secara instan seperti yang sering terjadi saat mengakses konten digital.

Baca Juga: Presiden Prabowo Batalkan Kepmendagri, Tetapkan 4 Pulau Sengketa Milik Aceh dan Akhiri Kontroversi Batas Wilayah

Halaman:

Tags

Terkini