nasional

Danantara, INA, dan Chandra Asri Bangun Pabrik Kimia Rp13 Triliun, Dukung PSN dan Tekan Impor Produk Strategis

Rabu, 18 Juni 2025 | 09:21 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto saat hadiri acara Town Hall Danantara Indonesia 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senin 28 April 2025.

 

Mediapriangan.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) langsung bergerak cepat setelah terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.

Dalam langkah strategis perdananya, Danantara resmi meneken nota kesepahaman (MoU) dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk membangun pabrik kimia senilai Rp13 triliun.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan pada Senin, 16 Juni 2025, menjadi langkah konkret dalam menjalankan mandat Danantara untuk mengoptimalkan aset strategis negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri.

Baca Juga: Target Sampah Tuntas 2029, Prabowo Tegaskan Arah Baru dan Gandeng Danantara untuk Proyek Waste to Energy Nasional

Pabrik yang akan dibangun merupakan fasilitas Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC) dan akan dioperasikan oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha Chandra Asri.

Di tahap awal, pabrik ini dirancang untuk memproduksi 400.000 ton soda kaustik padat dan 500.000 ton ethylene dichloride per tahun.

Kedua bahan tersebut krusial bagi berbagai sektor industri, seperti pengolahan air, deterjen, pemurnian alumina, dan proses nikel.

Baca Juga: Ray Dalio Buka Suara soal Isu Mundur dari Danantara, Tegaskan Masih Jadi Penasihat Prabowo dan Indonesia

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa investasi ini sangat strategis untuk memperkuat ketahanan nasional.

"Investasi ini memperkuat ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor atas produk penting seperti soda kaustik dan ethylene dichloride," ujar Pandu pada Selasa, 17 Juni 2025.

Sementara itu, CEO INA, Ridha Wirakusumah, melihat kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi kekuatan antara investor institusional dan pelaku industri.

Baca Juga: Empat Perusahaan China Siap Garap Pabrik Kendaraan Listrik di RI, Danantara Tawarkan Diri Jadi Mitra Strategis

"Dengan menggabungkan kekuatan investor institusional dan pelaku industri, kami membangun pondasi pertumbuhan industri yang skalabel, sekaligus memperkuat daya saing dan ketahanan Indonesia di panggung global," tegas Ridha.

Halaman:

Tags

Terkini