Dari MoU Pengelolaan Sampah hingga Digitalisasi Wisata
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Udayana dan IKAYANA.
Kerja sama ini mencakup pengelolaan sampah berbasis destinasi pariwisata dan penguatan paket wisata kawasan 3B.
"Saya sangat mengapresiasi inisiatif pengelolaan sampah. Ini langkah penting menuju pariwisata regeneratif, khususnya untuk Bali Utara dan Bali Barat," kata Wamenpar.
Lebih lanjut, Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya mendorong digitalisasi pariwisata guna menciptakan transparansi, efisiensi promosi, serta peningkatan akurasi data kunjungan wisatawan.
Ia bahkan mengusulkan Buleleng sebagai lokasi percontohan nasional dalam program digitalisasi destinasi.
“Saya usulkan Buleleng menjadi pilot project digitalisasi wisata,” tegas Puspa.
“Kita harus tahu berapa yang datang, yang tinggal, dan dampak bagi ekonomi lokal,” lanjutnya.
Dengan semangat kolaboratif dan sejumlah inisiatif strategis, kawasan 3B kini tengah bersiap menjadi wajah baru pariwisata Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.***