Dari MoU Pengelolaan Sampah hingga Digitalisasi Wisata
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Udayana dan IKAYANA.
Kerja sama ini mencakup pengelolaan sampah berbasis destinasi pariwisata dan penguatan paket wisata kawasan 3B.
"Saya sangat mengapresiasi inisiatif pengelolaan sampah. Ini langkah penting menuju pariwisata regeneratif, khususnya untuk Bali Utara dan Bali Barat," kata Wamenpar.
Lebih lanjut, Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya mendorong digitalisasi pariwisata guna menciptakan transparansi, efisiensi promosi, serta peningkatan akurasi data kunjungan wisatawan.
Ia bahkan mengusulkan Buleleng sebagai lokasi percontohan nasional dalam program digitalisasi destinasi.
“Saya usulkan Buleleng menjadi pilot project digitalisasi wisata,” tegas Puspa.
“Kita harus tahu berapa yang datang, yang tinggal, dan dampak bagi ekonomi lokal,” lanjutnya.
Dengan semangat kolaboratif dan sejumlah inisiatif strategis, kawasan 3B kini tengah bersiap menjadi wajah baru pariwisata Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Retret Gelombang II Libatkan Wakil Kepala Daerah Sejak Awal, Wamendagri Beberkan Alasan Skema Kini Berubah Total
Retret Kepala Daerah Gelombang II Jadi Ajang Evaluasi, Wamendagri Sebut Kini Sudah Ada Feedback dari Daerah
Vidi Aldiano Terancam Bayar Rp24,5 Miliar, Kuasa Hukumnya Tak Tutup Pintu Damai soal Gugatan Nuansa Bening
Fuji Cerita ke Boy William Pernah Didekati Cowok Ganteng, Terkesan karena Tak Tahu Dia Selebgram Terkenal
Film Luna Maya Paling Diburu! Ini Jadwal Tayang Jalan Pulang di Bioskop Tasik XXI Plaza Asia dan Transmart Hari Ini
Retret Kepala Daerah di IPDN Diwarnai Pita Merah dan Kuning, Bima Arya Sebut 10 Peserta dalam Pengawasan Medis Khusus
Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta hingga 29 Juni, BPBD DKI, Ancol hingga Tanjung Priok Masuk Zona Risiko Tinggi
Penjualan Mobil Listrik Turun di Mei 2025, BYD China Masih Dominasi Pasar Meski Produksi Lokal Mulai Tunjukkan Taji