Agam mengaku sedang berada di Jakarta saat insiden tragis itu terjadi, padahal dirinya sempat merasakan firasat buruk.
"Menyesal saya ada di Jakarta waktu itu. Padahal sudah ada firasat. Tapi saya tetap main di Jakarta sama teman-teman," ucapnya, menahan emosi.
Kisah Juliana Marins menjadi pengingat bahwa pendakian gunung bukan sekadar petualangan, tapi juga memerlukan persiapan matang dan kehati-hatian tinggi.
Sementara itu, sosok Agam Rinjani kembali menjadi simbol kepedulian dan keberanian dalam dunia pencinta alam Indonesia.***