nasional

Benarkah 17 Agustus Bukan Tanggal Awal Proklamasi Kemerdekaan?

Minggu, 17 Agustus 2025 | 15:53 WIB
Potret sejarah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan Presiden ke-1 RI, Soekarno pada 17 Agustus 1945. (X.com/BoudewijnSteur)

Mediapriangan.com - Setiap tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia memperingati detik-detik proklamasi sebagai tonggak lahirnya bangsa. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa momen bersejarah ini sempat direncanakan berlangsung di tanggal lain.

Dalam buku Kilas-Balik Revolusi: Kenangan, Pelaku, dan Saksi (1992) karya Aboe Bakar Lubis, disebutkan bahwa proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia awalnya dijadwalkan pada 24 Agustus 1945. Penentuan tanggal itu berawal dari pertemuan penting di Dalat, Vietnam, pada 12 Agustus 1945.

Saat itu, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat bertemu dengan Marsekal Terauchi, Panglima Militer Jepang di Asia Tenggara.

Baca Juga: IFG Semarakkan HUT ke-80 RI Lewat Upacara dan Lomba Rakyat di Cibubur, Maros, hingga Cilincing

Dalam pertemuan itu, Terauchi menyampaikan kabar besar: Jepang berada di ambang kekalahan setelah Hiroshima dan Nagasaki dihantam bom atom Amerika Serikat.

Terauchi menyatakan, “Kapanpun bangsa Indonesia siap, kemerdekaan boleh dinyatakan.”

Terauchi kemudian menyarankan agar proklamasi digelar pada 24 Agustus 1945. Rencana ini disambut baik oleh Soekarno dan Hatta.

Namun, situasi berubah cepat setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Kabar tersebut menimbulkan perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 146,4 Juta Jiwa di 2026 dengan Anggaran Fantastis Rp69 Triliun

Golongan muda, diwakili tokoh seperti Sutan Syahrir, Wikana, dan Chairul Saleh, mendesak agar proklamasi segera dilaksanakan tanpa menunggu campur tangan Jepang.

Mereka menilai penundaan justru akan menempatkan Indonesia sebagai bagian dari agenda politik Jepang. Sebaliknya, Soekarno dan Hatta masih menekankan perlunya kesiapan matang, termasuk dukungan PPKI dan persiapan administrasi negara.

Perbedaan pendapat itu memuncak pada peristiwa Rengasdengklok, 15 Agustus 1945. Soekarno dan Hatta dibawa oleh golongan muda untuk didesak segera memproklamasikan kemerdekaan. Setelah melalui perdebatan, akhirnya mereka setuju untuk tidak lagi menunda.

Baca Juga: Baru Dilantik Jadi Wakapolri, Komjen Dedi Prasetyo Diberi Tugas Kawal Satgas Pangan, GPM hingga Operasi Merdeka Jaya

Keputusan itu mengubah arah sejarah bangsa. Pada pagi hari 17 Agustus 1945, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Halaman:

Tags

Terkini