Ketua Umum GARDA Indonesia, Igun Wicaksono, meminta masyarakat mencari transportasi alternatif karena banyak pengemudi akan mematikan aplikasi sebagai bentuk protes.
"Sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas," jelas Igun.
4. Desakan 7 Tuntutan Utama
Aksi ini membawa tujuh tuntutan utama, mulai dari dorongan agar RUU Transportasi Online masuk Prolegnas 2025–2026, pemangkasan potongan aplikator menjadi 10 persen, hingga audit atas potongan 5 persen yang dinilai merugikan driver.
Mereka juga meminta penghapusan program seperti Aceng, Slot, Multi Order, dan Member Berbayar.
Tuntutan paling keras adalah agar Kapolri mengusut tuntas tragedi Affan Kurniawan serta mendesak pencopotan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
5. Sorotan Media Asing
Media internasional seperti Channel News Asia (CNA) turut menyoroti aksi ini. CNA melaporkan ribuan driver akan turun ke jalan menuntut perlindungan hukum yang lebih kuat dan mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Hingga siang hari, situasi di sekitar Istana dilaporkan kondusif. Publik kini menantikan respons pemerintah dan DPR terhadap tuntutan para pengemudi ojol.***