Dari sisi belanja, realisasi hingga Agustus 2025 mencapai Rp1.960,3 triliun atau 55,6 persen dari pagu, naik 1,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.388,8 triliun atau 52,1 persen dari target. Belanja kementerian/lembaga turun 2,5 persen menjadi Rp686 triliun, sedangkan belanja non-K/L naik 5,6 persen menjadi Rp702,8 triliun.
Transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp571,5 triliun atau 66,1 persen dari target, meningkat 1,7 persen dari tahun sebelumnya.
Keseimbangan Primer Surplus
Dengan kondisi tersebut, APBN hingga Agustus 2025 masih mencatatkan surplus keseimbangan primer sebesar Rp22 triliun, menunjukkan penerimaan negara masih mampu menutupi pengeluaran di luar pembayaran bunga utang.
“Defisit APBN Rp321,6 triliun atau 1,35 persen dari PDB. Keseimbangan primer masih Rp20,6 triliun,” kata Purbaya.***