APBN 2025 Catat Defisit Rp321,6 Triliun hingga Agustus, Tapi Keseimbangan Primer Masih Surplus Rp22 Triliun

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 22 September 2025 | 20:06 WIB
Menkeu Purbaya melaporkan APBN 2025 mencatat defisit Rp321,6 triliun.  (Instagram/pyudhisadewa)
Menkeu Purbaya melaporkan APBN 2025 mencatat defisit Rp321,6 triliun. (Instagram/pyudhisadewa)

Mediapriangan.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk pertama kalinya memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sejak dilantik.

Dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi September 2025 di Jakarta, Senin, 22 September 2025, ia menyampaikan defisit APBN hingga Agustus mencapai Rp321,6 triliun, setara 1,35 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Defisit APBN Rp321,6 triliun atau 1,35 persen PDB," kata Purbaya.

Baca Juga: TNI Janji Tertibkan Sirene dan Strobo ‘Tot Tot Wuk Wuk’ di Jalan, Suara Mengganggu dan Memancing Emosi Warga

Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yang tercatat Rp153,4 triliun atau 0,69 persen dari PDB.

Bahkan jika dibandingkan Juli 2025, defisit melebar dari Rp283,6 triliun atau 0,84 persen dari PDB.

Meski demikian, Purbaya menegaskan kondisi fiskal masih berada dalam batas aman. Target defisit APBN 2025 sebesar Rp662 triliun atau 2,78 persen dari PDB, artinya realisasi hingga Agustus baru mencapai 52,2 persen dari target tahunan.

Baca Juga: Gizem Ocal Sukses Pimpin Pramusim Manisa BBSK, Fans Tak Sabar Tunggu Aksi Bersama Megawati di Liga 1 Voli Turki!

“Jadi kalau dilihat dari sini sih harusnya kan negatif keseimbangan primer sampai akhir tahun, indikasinya adalah masih ada belanja pemerintah yang musti dipercepat lagi supaya keseimbangan primernya sesuai dengan desain waktu kita buat anggaran tahun 2025,” jelas Purbaya.

Pendapatan dan Belanja Negara

Hingga Agustus 2025, pendapatan negara terkumpul Rp1.638,7 triliun atau 57,2 persen dari proyeksi APBN, turun 7,8 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Penerimaan dari perpajakan tercatat Rp1.330,4 triliun atau 55,7 persen dari outlook, turun 3,6 persen secara tahunan. Pajak yang masuk hanya Rp1.135,4 triliun, 54,7 persen dari target, turun 5,1 persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: JAMAN Muda Laporkan Bupati Tasikmalaya ke KPK, Soroti Skandal Cut Off Anggaran

Sebaliknya, penerimaan dari kepabeanan dan cukai naik 6,4 persen menjadi Rp194,9 triliun atau 62,8 persen dari target, sementara PNBP tercatat Rp306,8 triliun atau 64,3 persen dari outlook, namun turun tajam 20,1 persen secara tahunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X