nasional

Sempat Diragukan, Menkeu Purbaya Bela Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen Sah dan Valid

Senin, 22 September 2025 | 20:41 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya singgung data pertumbuhan ekonomi dari BPS. (Tangkapan layar YouTube Kementerian Keuangan RI)

Menkeu juga menegaskan, pemerintah memberikan insentif ekonomi hingga April 2025.

“Waktu itu digenjot uang sampai dengan bulan April. Ada delay-nya, April, Mei, Juni, Juli, biasanya 3 bulan. April, Mei, Juni, Juli, habis itu habis,” imbuhnya.

Baca Juga: TNI Janji Tertibkan Sirene dan Strobo ‘Tot Tot Wuk Wuk’ di Jalan, Suara Mengganggu dan Memancing Emosi Warga

“Mei digenjot lagi ke bawah uangnya, sehingga uangnya melambat, sehingga kita mengalami pelambatan ekonomi setelah itu,” jelas Purbaya lebih lanjut.

Respons Istana Terhadap Keraguan Data BPS

Sebelumnya, ketika pertumbuhan 5,12 persen diragukan, Istana menegaskan bahwa pemerintah selalu menyajikan data sesuai fakta.

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan saat itu, menyatakan, “Kalau keresahan mungkin framing ya, saya juga membaca beberapa ekonom yang mungkin tidak terlalu positif melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif.”

Baca Juga: Gizem Ocal Sukses Pimpin Pramusim Manisa BBSK, Fans Tak Sabar Tunggu Aksi Bersama Megawati di Liga 1 Voli Turki!

Nasbi menekankan, pemerintah akan merilis data apa adanya, baik saat naik maupun turun.

“Pemerintah itu jujur-jujur aja lho mengeluarkan data, kalau turun dibilang turun, kalau naik dibilang naik,” ujarnya.

Ia juga membandingkan data kuartal sebelumnya: kuartal IV 2024 mencatat pertumbuhan 5,02 persen, sedangkan kuartal I 2025 hanya 4,87 persen.

Menurut Nasbi, sebagian kalangan cenderung percaya saat turun, tetapi meragukan saat naik, meskipun data tetap dari BPS di bawah pemerintahan yang sama.***

Halaman:

Tags

Terkini