Sempat Diragukan, Menkeu Purbaya Bela Data BPS, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,12 Persen Sah dan Valid

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 22 September 2025 | 20:41 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya singgung data pertumbuhan ekonomi dari BPS.   (Tangkapan layar YouTube Kementerian Keuangan RI)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya singgung data pertumbuhan ekonomi dari BPS. (Tangkapan layar YouTube Kementerian Keuangan RI)

 

 

Mediapriangan.com - Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) untuk triwulan II 2025 sebesar 5,12 persen adalah valid dan mencerminkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya.

Data ini sempat menimbulkan perdebatan karena sebagian pihak, termasuk beberapa ekonom, meragukan akurasi pertumbuhan tersebut.

Purbaya kemudian menanggapi keraguan itu secara terbuka dalam Konferensi Pers APBN KITA Agustus 2025, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 22 September 2025.

Baca Juga: Hotman Paris Protes Bunga Turun, Tapi Strategi Menkeu Purbaya Gelontorkan Rp200 Triliun ke Himbara Tuai Hasil

Menkeu Purbaya: Tidak Ada Manipulasi BPS

Purbaya menekankan, pertumbuhan 5,12 persen didukung oleh konsumsi rumah tangga yang stabil, peningkatan investasi, dan ekspor yang tetap kuat.

Purbaya merinci, konsumsi rumah tangga tumbuh 5 persen, investasi naik 6,99 persen, investasi bangunan 4,9 persen, dan investasi mesin melonjak 25,3 persen.

“Sebagian dari Anda menganggap angka ini salah. (Pertumbuhan) 5,12 (persen) katanya 5+1+2=8, tapi bukan itu. Di belakangnya kalau Anda lihat, laju pertumbuhan uang pada triwulan II itu tumbuh uangnya cukup kencang. Jadi, memang itu yang mendorong belanja konsumen tumbuh kuat 5 persen,” jelas Purbaya.

Baca Juga: APBN 2025 Catat Defisit Rp321,6 Triliun hingga Agustus, Tapi Keseimbangan Primer Masih Surplus Rp22 Triliun

Ia menambahkan, triwulan II memang menunjukkan angka tersebut dan tidak ad manipulasi dari BPS.

“Kalau yang nyangkal-nyangkal itu, ekonominya nggak pada ngerti. Menteri Keuangan boleh ngomong gitu kan, ya? Jadi liat juga suplai uang pada waktu itu seperti apa,” kata Purbaya.

Insentif Pemerintah dan Dampak Ekonomi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X