nasional

BGN Tutup Dapur MBG Penyebab Keracunan Massal, Bentuk Tim Investigasi dan Perketat Verifikasi SPPG

Kamis, 25 September 2025 | 20:46 WIB
BGN resmi tutup dapur SPPG penyebab keracunan massal MBG. Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, tegaskan penutupan berlaku hingga investigasi selesai. (bgn.go.id)

 

Mediapriangan.com - Kasus keracunan massal yang menimpa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas.

Dalam tiga hari terakhir, lebih dari 1.300 siswa di Kabupaten Bandung Barat dilaporkan menjadi korban hingga kasus ini ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Merespons krisis tersebut, BGN mengumumkan penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber keracunan.

Langkah ini sekaligus diikuti dengan pembentukan tim investigasi untuk menelusuri penyebab insiden serta memperketat verifikasi dapur penyedia.

Baca Juga: Gelombang Keracunan Massal Program MBG, Ahli Gizi Soroti Menu Hingga Desak Perbaikan Total Standar Keamanan

Penutupan Dapur SPPG

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa dapur SPPG yang terindikasi bermasalah telah menerima surat penutupan resmi.

“Hari ini sudah kita keluarkan surat kepada semua dapur yang kemarin bermasalah, dimulai karena yang paling banyak di bulan September, kita tutup,” ujarnya kepada media di Bogor, Kamis, 25 September 2025.

Nanik menjelaskan bahwa penutupan tersebut akan berlangsung tanpa batas waktu hingga hasil investigasi keluar.

“Kita sudah kirimin surat per hari ini, yang tadinya cuma sekadar tutup sementara, (sekarang) kita tutup dalam batas waktu yang tidak ditentukan,” tambahnya.

Baca Juga: Kasus Keracunan MBG Cipongkor Jadi KLB, Kepala BGN Ungkap Penyebab dan Bentuk Tim Investigasi Khusus

Verifikasi Dapur Diperketat

Selain penutupan, BGN berencana memperketat verifikasi seluruh dapur MBG di Indonesia. Nanik menegaskan pihaknya akan menurunkan tim untuk inspeksi langsung agar standar kelayakan benar-benar dipenuhi.

Halaman:

Tags

Terkini