nasional

Tangis Nanik S Deyang di Tengah 6.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan MBG, BGN Janji Evaluasi Total

Sabtu, 27 September 2025 | 15:07 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Deyang mengaku prihatin terhadap para siswa yang terdampak insiden keracunan dalam program MBG. (Instagram.com/@nanik_deyang)

Data Kasus Terus Bertambah

Berdasarkan data BGN per 22 September 2025, korban terbanyak berasal dari wilayah Jawa dengan 2.606 kasus, disusul Sumatra 1.281 kasus, dan 824 kasus tersebar di Kalimantan, Bali, Sulawesi, NTT, Maluku, dan Papua.

Catatan JPPI menunjukkan Jawa Barat menduduki peringkat teratas dengan 2.012 korban, disusul DIY 1.047 korban, Jawa Tengah 722 korban, Bengkulu 539 korban, dan Sulawesi Tengah 446 korban.

Baca Juga: BGN Tutup Dapur MBG Penyebab Keracunan Massal, Bentuk Tim Investigasi dan Perketat Verifikasi SPPG

Dapur MBG Diperiksa, Evaluasi Dimulai

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan telah meninjau langsung dapur penyedia makanan MBG di Bandung Barat.

“Kondisinya sebenarnya bagus, hanya mungkin ada keteledoran,” kata Dadan pada Selasa, 23 September 2025.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi keracunan massal. “Jadi semuanya kan melihat sesuatu yang luar biasa di daerah ya, koordinasi baik sekali. Dan saya catat tadi ada beberapa hal yang harus disiapkan," jelasnya.

Baca Juga: Gelombang Keracunan Massal Program MBG, Ahli Gizi Soroti Menu Hingga Desak Perbaikan Total Standar Keamanan

Dadan menambahkan, fasilitas penanganan harus diperkuat, mulai dari obat-obatan hingga sarana sanitasi seperti tempat mandi darurat bagi korban.

Program Tetap Berlanjut, Evaluasi Menyeluruh

Meski kasus kian meluas, pemerintah memastikan program MBG tidak akan dihentikan. Fokus utama kini adalah mencari penyebab keracunan dan memperbaiki sistem pengawasan dapur.

“Menyikapi munculnya kasus serupa di beberapa wilayah, kami menegaskan komitmen BGN untuk mengusut tuntas penyebabnya dan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kejadian serupa,” tegas Dadan.

Langkah evaluasi ini akan menjadi pembuktian janji pemerintah untuk memperkuat keamanan pangan bagi jutaan siswa yang bergantung pada program MBG setiap harinya.***

Halaman:

Tags

Terkini