Sebaliknya, Pertamina Patra Niaga justru mendapat kuota impor jauh lebih besar, sekitar 613.000 kiloliter.
Kebijakan ini membuat pangsa pasar Pertamina di segmen BBM non-subsidi melonjak tajam hingga mencapai 92,5%. KPPU memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi mengurangi pilihan konsumen sekaligus melemahkan iklim persaingan usaha yang sehat.***