Sebaliknya, Pertamina Patra Niaga justru mendapat kuota impor jauh lebih besar, sekitar 613.000 kiloliter.
Kebijakan ini membuat pangsa pasar Pertamina di segmen BBM non-subsidi melonjak tajam hingga mencapai 92,5%. KPPU memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi mengurangi pilihan konsumen sekaligus melemahkan iklim persaingan usaha yang sehat.***
Artikel Terkait
DPR Soroti Skandal Pertamax Oplosan, Bahas Penentuan RON BBM hingga Panggil Pimpinan Industri Kendaraan Tanah Air
Mobil Matic atau Manual? Fakta Mengejutkan soal Hemat BBM dan Biaya Servis yang Jarang Diketahui!
4 Trik Hemat BBM Mobil Matic, dari Pilih Transmisi hingga Tekanan Ban, Nomor 2 Sering Diabaikan Pengemudi
Mobil Kecil Makin Dilirik, Hemat BBM dan Praktis, tapi Perlu Waspadai Keterbatasan Kabin dan Tenaga Mesin
Kekosongan BBM Teratasi, SPBU Swasta Sepakat Kolaborasi dengan Pertamina Ikuti 3 Syarat
Polemik BBM di SPBU Swasta, DPR Pastikan Bukan Monopoli, ESDM Sebut Kolaborasi Darurat dengan Pertamina