nasional

Pemerintah Siapkan 100 Ribu Kuota Program Magang Bergaji Nasional, Langkah Strategis Serap Tenaga Muda Lulusan Baru

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:46 WIB
Pemerintah menyiapkan 100 ribu kuota Program Magang Nasional Bergaji untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja muda. ( Dok. Kemenaker)

Baca Juga: 10,7 Juta Warga RI Butuh Pekerjaan Tiap Tahun, Kemenaker Soroti Pendidikan Rendah dan Janji 19 Juta Lapangan Kerja

“Program ini bukan hanya soal menambah pengalaman kerja, tapi juga memastikan transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja berlangsung dengan dukungan ekonomi yang layak,” jelas Febrio.

Menurutnya, peluang bagi tenaga kerja muda tak hanya terbatas pada sektor formal. Sektor informal, khususnya gig economy, juga dinilai mampu memberikan peluang kerja yang fleksibel dan potensial.

“Walaupun informal, banyak pekerjaan di gig economy yang justru lebih fleksibel dan memberi penghasilan menarik,” tambahnya.

Baca Juga: KPK Bongkar Dugaan Korupsi Rp53 Miliar di Kemenaker, Imigrasi Terlibat dalam Skema Izin Tenaga Kerja Asing?

Bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5

Program magang ini menjadi bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 Tahun 2025 yang dicanangkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

Tahap pertama menyasar lulusan perguruan tinggi dalam satu tahun terakhir, dengan masa magang selama enam bulan.

Pendaftaran penyelenggara dan lowongan telah dibuka sejak 1–7 Oktober 2025, sedangkan pendaftaran peserta berlangsung 7–12 Oktober 2025.

Baca Juga: PEPATAH MANIS di Ciamis Hadirkan Pasar Murah dan Job Fair, Buka Ribuan Lowongan dan Tekan Harga Pangan

Proses seleksi dilaksanakan 13–14 Oktober, dan pengumuman peserta dijadwalkan 15 Oktober 2025 oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Program ini akan berlangsung hingga 15 April 2026 dengan sistem pendaftaran terintegrasi melalui platform SIAPKerja di situs maganghub.kemnaker.go.id.

Data peserta yang lolos akan disesuaikan dengan basis data Kemendikti Saintek untuk memastikan kesesuaian profil dan kualifikasi dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Pramono Anung Pastikan Pemprov DKI Tak Sebar Info Job Fair Besar-besaran Usai Insiden Membludak di Bekasi

Wacana penambahan kuota hingga 100 ribu peserta menjadi sinyal positif bagi percepatan penyerapan tenaga kerja muda.

Halaman:

Tags

Terkini