nasional

Pemerintah Turun Tangan! Ponpes Al Khoziny Akan Dibangun Ulang Pakai APBN, Menag Akui Minimnya Anggaran Pesantren

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 08:53 WIB
Pemerintah pusat akan membangun ulang Ponpes Al Khoziny dengan APBN usai musala pesantren tersebut roboh akhir September lalu. (Dok. bnpb.go.id)

Menag Akui Minimnya Anggaran Pesantren

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengakui bahwa sebagian besar pesantren menghadapi keterbatasan dana.

“Sekarang ini kita harus proaktif mencari anggaran. Di Kementerian Agama, 90 persen sekolah yang dikelola adalah swasta,” katanya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan sekolah di bawah Dinas Pendidikan atau Dikti yang mendapat dukungan penuh negara, Kemenag hanya memiliki alokasi anggaran terbatas untuk madrasah dan pesantren.

Baca Juga: Penyelidikan Ambruknya Ponpes Al Khoziny Segera Dimulai, Polda Jatim Tunggu Evakuasi Basarnas dan BNPB Rampung

“Beda dengan Dikti dan Dinas, tanahnya, bangunan semua diselesaikan oleh negara. Kita Kemenag hanya memberikan sedikit anggaran sebatas yang ada di Kemenag, di madrasah itu,” imbuhnya.

Minat Santri Tinggi, Dana Tak Memadai

Menurut Menag, animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di pesantren sangat tinggi. Namun, minimnya dukungan anggaran menyebabkan banyak ponpes kesulitan meningkatkan fasilitas.

“Oleh masyarakat (pesantren) lebih terpercaya ciptakan anak yang saleh, tapi di saat yang bersamaan, kita tidak mendapatkan anggaran yang cukup untuk 42 ribu pondok pesantren,” ungkap Nasaruddin.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny, Keluarga Korban Nekat Terobos Reruntuhan, BNPB Peringatkan Bahaya Patahan ‘Pancake’

Audit Bangunan Tua Ponpes

Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengumumkan langkah audit nasional terhadap bangunan pesantren. Fokus utama adalah pesantren dengan usia bangunan lebih dari 100 tahun yang berpotensi rawan ambruk.

“Audit bangunan lalu kita carikan anggaran untuk renovasinya, yang tua dulu, yang rawan dulu. Mana yang diprioritaskan adalah yang paling rawan lalu yang paling tua,” jelas Cak Imin.

Ia juga menyebut sudah ada arahan dari Presiden untuk menyiapkan solusi konkret.

“Ini perintah Presiden, maka kita harus carikan anggaran untuk pesantren-pesantren yang rawan itu, terutama yang sangat rawan, segera ditangani pembangunannya, atau renovasinya. Berapa jumlahnya ini, on process untuk lagi didata,” tambahnya.***

Halaman:

Tags

Terkini