Penyelidikan Ambruknya Ponpes Al Khoziny Segera Dimulai, Polda Jatim Tunggu Evakuasi Basarnas dan BNPB Rampung

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:26 WIB
Proses hukum terkait kemungkinan tindak pidana akan dilakukan Kepolisian usai evakuasi Ponpes Al Khoziny selesai.  (Instagram/kantorsar_surabaya)
Proses hukum terkait kemungkinan tindak pidana akan dilakukan Kepolisian usai evakuasi Ponpes Al Khoziny selesai. (Instagram/kantorsar_surabaya)

Mediapriangan.com - Ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 September 2025 lalu masih menyisakan duka mendalam.

Insiden tersebut menjadi perhatian nasional setelah diketahui puluhan santri tertimbun reruntuhan bangunan musala saat melaksanakan salat Ashar.

Hingga kini, proses evakuasi korban oleh tim SAR Gabungan masih terus berlangsung. Berdasarkan data terbaru, terdapat 169 orang korban, terdiri dari 104 selamat dan 65 meninggal dunia.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny, 49 Jenazah Ditemukan, Presiden Prabowo Perintahkan Evaluasi Nasional Semua Pesantren

Identifikasi Korban Terus Dilakukan Tim DVI

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur masih bekerja di dua lokasi berbeda.

Posko ante mortem didirikan di area Ponpes Al Khoziny, sementara post mortem dilakukan di RS Bhayangkara Sidoarjo.

“Kami memastikan tim DVI Polda Jawa Timur dan seluruh instansi terkait yang bertugas akan terus bekerja maksimal, cepat, dan hati-hati agar seluruh jenazah korban bisa segera dikenali dan diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Polisi Jules Abraham Abast, Senin malam (6/10/2025).

Baca Juga: Fakta Terkini Evakuasi Ponpes di Sidoarjo, 37 Korban Tewas, Mobil Mercy Ditemukan di Tengah Reruntuhan

Sudah 17 Korban Berhasil Teridentifikasi

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes M. Khusnan Marzuki, menyebut pihaknya telah menerima 59 kantong jenazah, termasuk satu kantong berisi bagian tubuh yang telah cocok dengan salah satu jenazah.

“Sampai hari ini, tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 17 korban dari 59 kantong jenazah yang diterima,” ungkap Khusnan.

“Dilihat dari usia, kemudian dari properti yang ada, kami rasa itu semua adalah santri dari properti yang dipakai,” lanjutnya.

Ia menambahkan, proses identifikasi dilakukan dengan metode ante mortem dan post mortem, sementara uji DNA yang dikirim ke Pusdokkes Polri di Jakarta masih dalam tahap pemeriksaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X