nasional

Cak Imin Pasang Badan Soal Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN, Tantang Pengkritik Beri Solusi Nasib 1.900 Santri

Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:38 WIB
Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebut renovasi Ponpes Al Khoziny memang perlu APBN. (Instagram/cakiminow)

“Nanti kalau kita tidak melakukan sesuatu marah juga, kan aneh ya. Makanya itu harus menjadi kesadaran kita bersama,” pungkasnya.

Baca Juga: Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Bongkar Fakta Miris, Hanya 50 dari 42 Ribu Pesantren Punya Izin Bangunan

MPR: APBN Harus Dipertanggungjawabkan

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Eddy Soeparno, mengingatkan bahwa setiap penggunaan dana APBN wajib melalui proses audit yang transparan.

“Karena APBN itu perlu dipertanggungjawabkan untuk apa pun kegiatannya,” tegas Eddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/10/2025).

Ia menilai audit diperlukan untuk memastikan akuntabilitas publik, tidak hanya untuk Ponpes Al Khoziny tetapi juga untuk seluruh pesantren yang menerima bantuan pemerintah.

Baca Juga: Basarnas Tutup Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 67 Korban Meninggal Dunia Termasuk 8 Body Part

DPR Desak Kajian Ulang dan Koordinasi

Dari parlemen, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Saan Mustopa, meminta Kementerian PU berkoordinasi lebih lanjut sebelum menggunakan dana APBN.

“Tentu itu harus dibicarakan dulu, minimal di tingkat kementerian, di pemerintahan,” ujar Saan.

Ia juga menilai koordinasi dengan Komisi V DPR penting agar tidak muncul polemik baru. “Biar apa yang menjadi keputusan Menteri PU untuk membangun pesantren dengan biaya dari APBN ini tidak menimbulkan masalah,” tambahnya.

Baca Juga: Patrick Kluivert di Ujung Tanduk, Kegagalan ke Piala Dunia 2026 Bikin PSSI Bergerak, Muncul Tiga Nama Pengganti

Penjelasan Menteri PU: Gunakan Dana Pendidikan

Menanggapi hal itu, Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa dana renovasi akan diambil dari alokasi proyek pendidikan di Ditjen Perencanaan Strategis Kementerian PU.

“Kita kan punya dana pendidikan, di PU ada dana pendidikan di Ditjen Perencanaan Strategis. Itu bisa pendidikan islam dan non islam, yang islam itu nanti bisa untuk ponpes atau tempat lain,” jelas Dody.

Halaman:

Tags

Terkini